Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika, Aboe Bakar PKS Akhirnya Minta Maaf

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi. (fraksi.pks.id)

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi. (fraksi.pks.id)

JAKARTA || KLIKMADURA – Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Permohonan maaf itu lantaran politisi PKS tersebut sempat melontarkan pernyataan bahwa ulama dan pesantren di Madura terlibat narkotika.

Dalam pernyataan resminya, ia mengawali dengan ungkapan penuh kerendahan hati dan menegaskan penyesalan mendalam atas ucapan yang dinilai sangat menyinggung itu.

Pernyataan tersebut terlontar saat rapat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri.

“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kata-kata saya yang mungkin sangat menyakitkan para ulama di Madura maupun para santri. Dari hati yang paling dalam, saya benar-benar menyesal,” ujarnya.

Baca juga :  Gelar Operasi Tumpas Narkoba Selama 12 Hari, Polres Sumenep Amankan 8 Orang Tersangka

Tak hanya sekali, ia bahkan mengulang permintaan maaf tersebut sebagai bentuk kesungguhan dan tanggung jawab moral atas pernyataannya.

Lebih lanjut, Habib Aboe Bakar juga memberikan klarifikasi terkait maksud sebenarnya dari ucapannya dalam forum tersebut.

Ia menegaskan bahwa yang ia sampaikan bukanlah bentuk tudingan, melainkan seruan kepada aparat penegak hukum agar meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba yang berpotensi menyasar lingkungan pesantren.

Menurutnya, ancaman narkoba tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga mulai mengintai lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini menjadi benteng moral bangsa.

Baca juga :  Santri Harus Tempuh 9,7 Km Saat Sakit, Ketua DPRD Pamekasan Dorong Layanan Medis di Ponpes Dubaja

“Saya berharap BNN dan Ditnarkoba Polri dapat membantu memberantas peredaran narkoba yang bisa saja masuk ke lingkungan pesantren dan mengganggu aktivitas dakwah para ulama,” tegasnya.

Ia menilai, jika tidak diantisipasi dengan serius, peredaran narkoba di lingkungan pesantren dapat merusak generasi muda serta mencederai marwah lembaga pendidikan Islam.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga pesantren dari ancaman narkotika, sekaligus memperkuat peran ulama dalam membina generasi bangsa.

Di akhir pernyataannya, Habib Abu Bakar kembali menegaskan permohonan maafnya kepada seluruh ulama, masyayikh, serta masyarakat yang merasa tersinggung.

Baca juga :  Rayakan HSN 2025, Bupati Tanamkan Semangat Ulama Kepada Santri Masa Kini

“Sekali lagi, saya secara pribadi memohon maaf kepada para ulama dan seluruh pihak yang terdampak,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

MKD DPR RI Panggil Aboe Bakar PKS, Buntut Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika 
Imigrasi Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Keimigrasian Dipastikan Tetap Normal
Dirjen Imigrasi Baru Ditantang Tingkatkan Layanan, Staf Ahli Jadi “Radar” Kebijakan Menteri
Menteri Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian
Layanan Imigrasi Tutup Sementara Saat Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Masyarakat Diminta Urus Dokumen Sebelum 17 Maret
Imigrasi Siaga Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah, Overstay WNA Digratiskan
MUI Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Ali Khamanei, Serukan Penghentian Eskalasi Militer
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jamaah Tunda Umrah ke Tanah Suci

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 00:43 WIB

MKD DPR RI Panggil Aboe Bakar PKS, Buntut Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika 

Sabtu, 11 April 2026 - 00:08 WIB

Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika, Aboe Bakar PKS Akhirnya Minta Maaf

Jumat, 10 April 2026 - 07:22 WIB

Imigrasi Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Keimigrasian Dipastikan Tetap Normal

Rabu, 1 April 2026 - 11:15 WIB

Dirjen Imigrasi Baru Ditantang Tingkatkan Layanan, Staf Ahli Jadi “Radar” Kebijakan Menteri

Rabu, 1 April 2026 - 11:11 WIB

Menteri Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian

Berita Terbaru

Direktur Klik Madura, Sari Purwati saat menjalankan ibadah umrah beberapa waktu lalu.

Opini

Belajar Berserah di Padang Arafah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:21 WIB

Momen jamaah haji Indonesia tahun 2019 di padang Arafah. (DOK. SARI PURWATI)

Info Haji

Belajar Berserah di Padang Arofah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:07 WIB