SPPG Yayasan Ibnu Bachir Banyupelle Disorot, Menu Minim Gizi dan Mirip Berkat Tahlilan

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu makan gizi gratis (MBG) yang diduga milik SPPG Yayasan Ibnu Bachir Banyupelle. (DOK. KLIKMADURA)

Menu makan gizi gratis (MBG) yang diduga milik SPPG Yayasan Ibnu Bachir Banyupelle. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Program Pemberian Makanan Bergizi (MBG) yang disuplai dari Dapur Yayasan Ibnu Bachir, Desa Banyupelle, Kabupaten Pamekasan, menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral menampilkan menu MBG yang dinilai sangat minim dan tidak sesuai standar gizi.

Dalam video tersebut tampak sebuah kemasan plastik berisi roti roppang, sebotol Yakult, dan empat buah kelengkeng.

Salah satu wali murid berinisial S mengaku kaget saat melihat anaknya membawa pulang menu MBG yang dibagikan pada Jumat, 28 November 2025.

“Isinya sangat tidak layak menjadi menu gizi MBG. Masak dibungkus plastik dan menunya seperti itu,” katanya, Senin, 1 Desember 2025.

Baca juga :  10 Ormas dan Komunitas Dukung Sharing Session Ustadz Hannan Attaki di Pamekasan

Ia mengatakan bahwa tampilan dan porsinya sangat jauh dari menu di sekolah lain yang lebih lengkap dan memenuhi unsur gizi.

“Sajian itu tidak mencerminkan makanan sehat yang dapat menunjang stamina dan konsentrasi anak saat belajar,” ucapnya.

Aktivis Desa Banyupelle, Ahmad Kusairi, menilai penyedia layanan menu MBG terkesan asal-asalan dan tidak mengacu pada juknis yang mewajibkan adanya kecukupan gizi bagi siswa.

“Saya curiga di sana tidak memiliki ahli gizi sehingga tidak punya aturan yang jelas soal porsinya. Masak dibungkus kayak berkat tahlilan. Nanti dikira datang dari tahlilan orang mati. Ini tak bisa kita biarkan,” ujarnya.

Baca juga :  M. Tabrani Si Penggagas Bahasa Indonesia Kelahiran Pamekasan Bakal Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional

Sementara itu, Asisten Lapangan SPPG Ibnu Bachir Banyupelle, Moh. Slamet, mengatakan bahwa penyajian menggunakan plastik hanya berlaku untuk menu keringan.

“Setiap Jumat dan Sabtu menu keringan. Jadi kalau keringan tidak pakai ompreng, memang pakai plastik,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa menu yang diberikan telah melalui proses perumusan dan konsultasi dengan ahli gizi serta pihak yayasan.

“Kandungan gizinya sudah kami rembuk dengan ahli gizi, termasuk pihak yayasan. Itu sudah sesuai,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Nahas! Petasan Meledak Saat Korban Merokok, Kaki Kanan Pemuda Asal Tlanakan Putus
IWO PD Pamekasan Bagi-bagi Takjil, Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama di Bulan Ramadan
Disabet Celurit dari Belakang, Pemuda di Pamekasan Nyaris Tewas
Royal Group Gelar Bukber dan Silaturahmi Bersama Seluruh Unit Usaha, Sekaligus Akad Massal Konsumen Perumahan
Bagikan 2.000 Takjil, Program ABFA BETA SDIT ABFA Pamekasan Jadi Media Edukasi Santri Berbagi
Dandim 0826/Pamekasan Bukber Bareng Insan Pers, Perkuat Sinergitas TNI dan Jurnalis
Ekonomi Pamekasan Tahun 2025 Menguat, Pertumbuhan Capai 5,47 Persen
Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya, Bupati Pamekasan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:47 WIB

Nahas! Petasan Meledak Saat Korban Merokok, Kaki Kanan Pemuda Asal Tlanakan Putus

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:18 WIB

IWO PD Pamekasan Bagi-bagi Takjil, Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama di Bulan Ramadan

Minggu, 15 Maret 2026 - 06:41 WIB

Disabet Celurit dari Belakang, Pemuda di Pamekasan Nyaris Tewas

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:46 WIB

Bagikan 2.000 Takjil, Program ABFA BETA SDIT ABFA Pamekasan Jadi Media Edukasi Santri Berbagi

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:26 WIB

Dandim 0826/Pamekasan Bukber Bareng Insan Pers, Perkuat Sinergitas TNI dan Jurnalis

Berita Terbaru