Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi, Pemkab Sampang Dapat “Resep Rahasia” dari Project HOPE

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes KB Sampang, dr. Dwi Herlina Lusi Harini (pakai kerudung) foto bersama Perwakilan Yayasan Project HOPE. (ISTIMEWA)

Kepala Dinkes KB Sampang, dr. Dwi Herlina Lusi Harini (pakai kerudung) foto bersama Perwakilan Yayasan Project HOPE. (ISTIMEWA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Ancaman tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sampang kini mendapat perhatian serius.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) resmi menerima Policy Brief Strategis dari Yayasan Project HOPE, Selasa (16/9/2025).

Dokumen penting itu berisi sederet rekomendasi, mulai dari penyusunan Peraturan Bupati hingga pelatihan tenaga kesehatan secara berkelanjutan.

Data Dinkes mencatat, kasus kematian ibu di Sampang sempat menembus 25 kasus pada 2021. Angka itu berhasil ditekan menjadi 10 kasus pada 2024.

Namun, kematian bayi baru lahir masih mengkhawatirkan. Tahun 2020 tercatat 86 kasus, sementara Januari–Mei 2025 sudah terjadi 38 kasus.

Baca juga :  Terseret Ombak, Tiga Warga Kecamatan Sokobanah Tak Terselamatkan

Faktor utama penyebab kematian ibu di antaranya perdarahan, preeklamsia, hipertensi, infeksi, hingga penyakit jantung.

Salah satu terobosan Project HOPE melalui program Expanding Saving Lives at Birth (ESLAB) adalah pelatihan GADAR MADNEO (Kegawatdaruratan Maternal Neonatal).

Sebanyak 2.251 kader dan 2.527 tenaga kesehatan, termasuk dokter umum, bidan, dan perawat.

Mereka akan dilatih dan ditempatkan di 22 Puskesmas, 4 rumah sakit, dan 2 klinik swasta. Evaluasi membuktikan hasilnya positif, skor keterampilan praktik tenaga medis naik dari 73,74 menjadi 78,79.

Kepala Dinkes KB Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menegaskan pesan Bupati bahwa rekomendasi ini tidak akan berhenti di atas kertas.

Baca juga :  Pemkab Sampang Lebih Memilih Anggarkan Off Road Dibanding Karapan Sapi

“Rekomendasi dalam Policy Brief ini akan kami pelajari dan tindak lanjuti agar berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sampang, Sudarmanto, menambahkan pentingnya sinergi lintas sektor.

“Rekomendasi ini harus dijalankan secara terintegrasi dengan program yang sudah ada, seperti SPPG. Harapannya, pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Sampang semakin optimal,” tegasnya.

Perwakilan Project HOPE, dr. Tutut Purwanti, memastikan pihaknya tetap mendampingi Sampang dalam menjalankan program.

“Policy Brief ini adalah hasil nyata kerja bersama. Kami berharap program yang sudah dijalankan tetap berlanjut demi mencapai target kesehatan ibu dan bayi,” katanya.

Penyerahan policy brief berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Sampang, dihadiri pejabat lintas sektor, termasuk Bappeda Litbang dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Baca juga :  Ketua Dewan Pendidikan Sampang Sebut Tiga Anggota Dipecat Lantaran Tidak Kooperatif

Sejak 1960, Project HOPE aktif dalam program kesehatan di Indonesia. Khusus di Sampang, program ESLAB sudah berjalan sejak 2022 hingga 2025 dengan dukungan Johnson & Johnson Foundation melalui Give2Asia.

Tidak berhenti di situ, sejak Juli 2025 lalu, Project HOPE juga meluncurkan program HER Way (Healthy, Informed, and Resilient For Every Girl and Woman) atau SEKAR (Sehat, Kaya Pengetahuan, dan Resilien).

Tujuannya, untuk memberdayakan remaja putri dan perempuan muda agar lebih percaya diri, sehat, dan memiliki akses layanan kesehatan yang layak. (san/nda)

Berita Terkait

Eksekusi Aset Rp1,3 Miliar di Sampang Diwarnai Keberatan Pemilik Lama
464 Sekolah di Sampang Rusak, Dewan Beri Opsi Pakai Dana BTT untuk Perbaikan
Fraksi PAN DPRD Sampang Soroti Banyak Jalan Rusak Tak Tersentuh Pemerintah
Kekeringan Landa Kota Bahari, Forum Sampang Sahat Salurkan Satu Juta Liter Air
Pernah Gagal Akibat Tak Penuhi Kuorum, Kini Rapat Paripurna DPRD Sampang Kembali Molor
CSR Petronas Rp2 Miliar Tak Masuk Kas Daerah Kabupaten Sampang
Polantas Sampang Apresiasi Pengendara Tertib Lalu Lintas, Bagikan Sayur Hasil Panen Sendiri
Dibakar Anak Sendiri, Rumah Warga Ketapang Sampang Hangus Dilalap Api

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:36 WIB

Eksekusi Aset Rp1,3 Miliar di Sampang Diwarnai Keberatan Pemilik Lama

Selasa, 8 September 2026 - 11:21 WIB

Fraksi PAN DPRD Sampang Soroti Banyak Jalan Rusak Tak Tersentuh Pemerintah

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Kekeringan Landa Kota Bahari, Forum Sampang Sahat Salurkan Satu Juta Liter Air

Senin, 7 September 2026 - 04:53 WIB

Pernah Gagal Akibat Tak Penuhi Kuorum, Kini Rapat Paripurna DPRD Sampang Kembali Molor

Jumat, 4 September 2026 - 08:23 WIB

CSR Petronas Rp2 Miliar Tak Masuk Kas Daerah Kabupaten Sampang

Berita Terbaru