Tak Ideal, 477 Sekolah Dasar di Pamekasan Hanya Didampingi 22 Orang

- Jurnalis

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswi SDN Jungcancang 3 berada di halaman sekolahnya. (DOK. KLIKMADURA)

Siswi SDN Jungcancang 3 berada di halaman sekolahnya. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Beban berat masih ditanggung para Pendamping Satuan Pendidikan (PSP) di Kabupaten Pamekasan.

Dari total 477 Sekolah Dasar (SD) di Kota Gerbang Salam, jumlah PSP hanya 22 orang. Padahal, idealnya satu PSP maksimal menangani 10 sekolah.

“Sesuai regulasi, seharusnya satu orang untuk 10 sekolah. Tapi alhamdulillah kinerjanya sangat bagus,” ujar Kabid Tendik, Disdikbud Pamekasan, Fadlillah.

Pria berkopiah itu menjelaskan, awalnya hanya ada enam PSP di Kabupaten Pamekasan. Kemudian, bertambah 17 orang. Namun satu orang pensiun, sehingga kini tersisa 22 pendamping aktif.

Baca juga :  Diduga Hendak Mandi, Perempuan 24 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Irigasi Klompang Barat

Disdikbud akan kembali mengajukan penambahan SDM PSP agar pendampingan bisa lebih maksimal. Sebab, perannya sangat dibutuhkan.

PSP bertugas melakukan pembinaan dan pendampingan teknis terhadap satuan pendidikan. Berbeda dengan pengawas sekolah yang lebih fokus pada evaluasi dan pengawasan.

Meski jumlahnya minim, Fadlillah memastikan PSP mampu menjalankan tugasnya secara maksimal.

Bahkan, para tenaga pendamping itu bisa mendorong kemajuan pendidikan di Kota Gerbang Salam.

“Kami sampaikan terima kasih atas peran PSP dalam mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Pamekasan,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani
UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:13 WIB

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru