PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kabupaten Pamekasan dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur.
Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed dan 24.114 siswa se-Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan yang digelar meriah itu sekaligus mengantarkan Pamekasan meraih penghargaan Rekor MURI. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Senior Manager MURI Triyono kepada Bupati Pamekasan Dr. K.H. Kholilurrahman, S.H., M.Si.
Ribuan siswa, guru, hingga jajaran Pemkab Pamekasan tampak antusias mengikuti kegiatan yang dipusatkan dalam rangkaian Hardiknas tersebut.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, momentum Hardiknas 2026 sengaja dijadikan penggugah semangat untuk memperkuat komitmen pembangunan pendidikan di Kabupaten Pamekasan.
“Kegiatan hari ini merupakan kebanggaan dan kehormatan besar bagi kami karena Kabupaten Pamekasan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur tahun ini,” ungkapnya.
Menurut dia, pembangunan sektor pendidikan harus menjadi kepentingan bersama. Sebab, pendidikan merupakan pondasi utama dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Ia juga menegaskan, tradisi keilmuan di Pamekasan sangat kuat. Mulai dari pendidikan formal, pesantren, madrasah, sekolah umum hingga perguruan tinggi menjadi pusat pembentukan karakter generasi muda.
“Kami meyakini pendidikan bukan hanya transfer ilmu pengetahuan, tetapi wahana membangun peradaban, membentuk akhlak, disiplin, serta melahirkan generasi muda yang cerdas, sehat, dan mampu berdaya saing,” terangnya.
Sementara itu, Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed menyampaikan, Senam Anak Indonesia Hebat merupakan bagian dari rangkaian Hardiknas 2026 sekaligus upaya membangun generasi yang sehat dan aktif.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dari pendidikan karakter melalui pembiasaan hidup sehat sejak dini.
“Pesertanya sangat banyak, mencapai 24.114 siswa hingga berhasil memecahkan rekor MURI. Ini capaian yang sangat signifikan dan menjadi langkah serta semangat baru bagi Pamekasan dan Indonesia,” pungkasnya. (enk/nda)













