Banyak Disalahpahami, Dokter RSUD SMART Pamekasan Tegaskan Asma Bukan Penyakit Menular

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Muhammad Khairani, Sp.P. (DOK. KLIKMADURA)

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Muhammad Khairani, Sp.P. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Masih banyak masyarakat yang menganggap penyakit asma bisa menular dari satu orang ke orang lain. Padahal, anggapan tersebut dipastikan tidak benar.

Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Muhammad Khairani, Sp.P menegaskan, asma bukan penyakit menular. Sebab, penyakit tersebut tidak disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri.

“Asma itu murni karena alergi. Jadi bukan penyakit infeksi yang bisa menular ke orang lain,” katanya.

Menurut dia, peradangan pada penderita asma muncul akibat reaksi alergi terhadap pemicu tertentu atau alergen. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap mitos yang menyebut asma dapat menular.

Baca juga :  Pamekasan Miliki 300 Guru Master, Siap Lestarikan Bahasa Ibu

“Itu mitos kalau asma disebabkan karena infeksi,” tegasnya.

dr. Muhammad Khairani menjelaskan, bulu kucing memang sering dikaitkan dengan penyakit asma. Namun, yang sebenarnya memicu kambuhnya asma bukan bulu kucingnya secara langsung, melainkan alergen yang menempel pada bulu tersebut.

Di antaranya seperti debu, air liur, maupun kotoran kucing yang dapat memicu reaksi alergi pada seseorang yang sensitif.

Akibatnya, penderita bisa mengalami gejala seperti mengi, sesak napas, pilek, hidung tersumbat hingga batuk-batuk.

“Lebih waspada saja terhadap kucing,” ujarnya.

Ia juga memberikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan ketika asma kambuh. Yakni, penderita diminta tetap tenang dan mengatur napas agar kondisi tidak semakin memburuk.

Baca juga :  Jika Kholilurrahaman-Achmad Syafii Bersatu di Pilkada Pamekasan, Pengamat: Tak Ada Lawan!!

Selain itu, penggunaan obat seperti inhaler juga dianjurkan untuk membantu meredakan gejala. Jika kondisi tidak kunjung membaik, penderita disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Untuk pencegahan, masyarakat diminta menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi hingga rutin berolahraga ringan.

“Bisa jalan kaki ataupun berenang. Yang penting rutin dan tidak olahraga berat,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

BASSRA Desak Pemerintah dan DPR Segera Bentuk UU Khusus Penanganan LGBT
Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas
SMP Negeri di Pamekasan Sepi Peminat, 32 Sekolah Tak Penuhi Kuota Siswa
Stok Beras Bulog Madura Naik 150 Persen, DPRD Pamekasan Ingatkan Ancaman Kemarau Panjang
Karya AJP Diapresiasi, Buku Pamekasan Mencari Identitas Masuk Agenda Kajian di Dies Natalis ke-60 UIN Madura
Siswi SDI Al-Mujtama’ Kontingen Pamekasan Raih Medali Emas, Wakili Jatim Berlaga di O2SN Nasional
Front One dan Azana Style Hotel Madura Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Ramah Wisatawan Muslim
Benjolan di Selangkangan Bayi Jangan Diabaikan, Dokter RSUD SMART Ungkap Bahaya Hernia

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 05:39 WIB

BASSRA Desak Pemerintah dan DPR Segera Bentuk UU Khusus Penanganan LGBT

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:16 WIB

Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:37 WIB

SMP Negeri di Pamekasan Sepi Peminat, 32 Sekolah Tak Penuhi Kuota Siswa

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:04 WIB

Karya AJP Diapresiasi, Buku Pamekasan Mencari Identitas Masuk Agenda Kajian di Dies Natalis ke-60 UIN Madura

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:33 WIB

Siswi SDI Al-Mujtama’ Kontingen Pamekasan Raih Medali Emas, Wakili Jatim Berlaga di O2SN Nasional

Berita Terbaru