PAMEKASAN || KLIKMADURA – Masih banyak masyarakat yang menganggap penyakit asma bisa menular dari satu orang ke orang lain. Padahal, anggapan tersebut dipastikan tidak benar.
Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Muhammad Khairani, Sp.P menegaskan, asma bukan penyakit menular. Sebab, penyakit tersebut tidak disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri.
“Asma itu murni karena alergi. Jadi bukan penyakit infeksi yang bisa menular ke orang lain,” katanya.
Menurut dia, peradangan pada penderita asma muncul akibat reaksi alergi terhadap pemicu tertentu atau alergen. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap mitos yang menyebut asma dapat menular.
“Itu mitos kalau asma disebabkan karena infeksi,” tegasnya.
dr. Muhammad Khairani menjelaskan, bulu kucing memang sering dikaitkan dengan penyakit asma. Namun, yang sebenarnya memicu kambuhnya asma bukan bulu kucingnya secara langsung, melainkan alergen yang menempel pada bulu tersebut.
Di antaranya seperti debu, air liur, maupun kotoran kucing yang dapat memicu reaksi alergi pada seseorang yang sensitif.
Akibatnya, penderita bisa mengalami gejala seperti mengi, sesak napas, pilek, hidung tersumbat hingga batuk-batuk.
“Lebih waspada saja terhadap kucing,” ujarnya.
Ia juga memberikan sejumlah langkah yang bisa dilakukan ketika asma kambuh. Yakni, penderita diminta tetap tenang dan mengatur napas agar kondisi tidak semakin memburuk.
Selain itu, penggunaan obat seperti inhaler juga dianjurkan untuk membantu meredakan gejala. Jika kondisi tidak kunjung membaik, penderita disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Untuk pencegahan, masyarakat diminta menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi hingga rutin berolahraga ringan.
“Bisa jalan kaki ataupun berenang. Yang penting rutin dan tidak olahraga berat,” tandasnya. (enk/nda)













