Kepala Diskop Pamekasan dan Dua Anak Buahnya Diperiksa Kejari, Terkait Dugaan Korupsi Wamira Mart

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 31 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sejumlah pihak dimintai keterangan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi branding Warung Milik Rakyat (Wamira Mart) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan.

Di antaranya, Kepala Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (UKM Naker) Pamekasan Muttaqin dan dua anak buahnya. Sebab, program unggulan Pemkab Pamekasan itu melekat pada dinas tersebut.

“Ada tiga orang yang jadi saksi dan dimintai keterangan oleh Kejari Pamekasan. Semua yang terkait (Wamira Mart) diperiksa,” kata Muttaqin.

Salah satu materi pemeriksaan adalah tugas kepala dinas selaku penanggung jawab anggaran dan proses penetapan lokasi serta rekanan yang mengerjakan branding Wamira Mart.

Baca juga :  DPRD Pamekasan Setujui Perubahan APBD 2026, Kini Menunggu Evaluasi Gubernur

Muttaqin mengaku, Diskop sebenarnya sudah meminta bantuan Inspektorat untuk melakukan audit Wamira Mart. Namun, Inspektorat belum melakukan pemeriksaan.

Selain itu, Muttaqin mengaku sudah meminta bantuan konsultan untuk memastikan pekerjaan program unggulan pada masa pemerintahan Baddrut Tamam itu sesuai dengan ketentuan.

“Tahun 2022, sebetulnya kami minta bantuan Inspektorat untuk melakukan audit, tapi waktu itu terjadi beberapa persoalan sehingga mungkin dengan alasan itu belum diperiksa,” katanya.

“Waktu itu, ada kegagalan pembayaran, pengerjaan selesai tahun 2022 tapi baru dibayar tahun 2023, makanya pemeriksaan dari Inspektorat ditangguhkan,” katanya.

Baca juga :  Wali Murid Keluhkan Menu MBG di Dua Sekolah Kecamatan Pademawu, Satgas MBG Diminta Turun Tangan

Kemudian, tahun 2023 Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) rutin melakukan pemeriksaan terhadap branding Wamira Mart itu. Hanya saja, tidak diperiksa secara keseluruhan.

“Ada 51 titik Wamira Mart di tahun 2022 dan 2023, sedangkan yang diaudit BPK hanya 25 titik. Sebanyak 26 titik sisanga, kami minta Inspektorat yang melakukan audit, tapi sampai hari ini masih dalam proses,” katanya.

Sementara, Kepala Inspektorat Achmad Faisol saat diwawancara mengatakan, audit program Wamira Mart dalam proses. Pihaknya berusaha melaksanakan tugas secara maksimal.

“Inspektorat sedang melakukan tugasnya, dan kami sedang proses hari ini, tunggu secepatnya kami selesaikan,” tandasnya. (ibl/diend)

Baca juga :  Lima Sekolah di Pamekasan Ikuti Penilaian Adiwiyata Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Berita Terbaru