PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah penggunaan rokok, vape atau rokok elektronik, serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) di kalangan remaja.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Koordinasi Lintas Sektor dalam Pengawasan dan Pencegahan NAPZA pada Remaja yang digelar di Ballroom Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BNN Kabupaten Sumenep yang mewakili Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Kombes Pol. Ferry Sandy Sitepu dan Koordinator Bidang SDGs Center Sri Widati.
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifudin melalui Sekretaris Dinkes Pamekasan Mohamad Saidi mengatakan, remaja menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan perilaku merokok, penggunaan vape, hingga penyalahgunaan NAPZA.
Menurutnya, paparan rokok dan rokok elektronik pada usia remaja dapat memengaruhi terbentuknya perilaku merokok. Sementara penyalahgunaan NAPZA dapat berdampak terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, hingga masa depan remaja.
“Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor perihal ini kepada remaja melalui keluarga, satuan pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, masyarakat, dan juga kepada instansi terkait,” ungkap Saidi.
Ia menyebutkan, hasil skrining yang dilakukan Dinkes Pamekasan menunjukkan sebanyak 29.097 remaja telah mengikuti skrining terkait perilaku merokok. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.265 remaja teridentifikasi merokok.
Sementara untuk skrining terkait NAPZA, sebanyak 1.450 remaja telah mengikuti pemeriksaan.
Data tersebut, kata Saidi, menjadi gambaran yang perlu mendapat perhatian bersama. Hasil skrining juga menjadi dasar untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, edukasi, deteksi dini, serta tindak lanjut sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sektor.
“Karena peduli terhadap masa depan remaja itu tugas kita semua, mulai dari keluarga, satuan pendidikan juga pemerintah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Pamekasan mendorong peningkatan koordinasi dan komitmen lintas sektor dalam pengawasan rokok dan vape serta pencegahan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja.
Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan penyalahgunaan NAPZA, sekaligus mendorong pengawasan terhadap penjualan dan peredaran rokok maupun rokok elektronik agar tidak mudah diakses anak dan remaja.
Dinkes Pamekasan berharap koordinasi lintas sektor dapat terus diperkuat. Masing-masing pihak juga diharapkan mengoptimalkan tugas, fungsi, dan kewenangannya dalam memberikan perlindungan kepada anak dan remaja.
“Dan ini juga bentuk komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian permasalahan rokok, vape/rokok elektronik, dan penyalahgunaan NAPZA pada remaja,” tandas Saidi. (enk/nda)














