SAMPANG || KLIKMADURA – Pemerataan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sampang mulai menyasar kawasan pedesaan yang selama ini minim fasilitas penerangan.
Melalui program pokok pikiran (pokir) DPRD, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp11.370.674.100 untuk membangun sebanyak 655 titik PJU di sejumlah wilayah.
Program bernilai miliaran rupiah tersebut diprioritaskan untuk menerangi jalan poros desa yang menghubungkan wilayah kecamatan dengan jalan kabupaten.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang, Khotibul Umam, mengatakan pembangunan PJU difokuskan pada jalur penghubung yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat.
“Sasaran utamanya adalah jalan poros desa yang menghubungkan jalan kecamatan dengan jalan kabupaten,” kata Khotibul Umam, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, kebutuhan penerangan jalan tidak hanya menjadi persoalan kawasan perkotaan, tetapi juga menyangkut akses masyarakat di wilayah pedesaan. Sebab, jalan penghubung antarkawasan tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi, mobilitas warga, hingga perjalanan sehari-hari.
Minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara, terutama ketika melintas pada malam hari. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain melalui program pokir DPRD, Dishub Sampang juga melaksanakan pembangunan PJU melalui skema tender dengan sasaran sebanyak 267 titik di sejumlah ruas jalan. Jika digabungkan, total pembangunan dari kedua skema tersebut mencapai 922 titik PJU.
Meski demikian, penambahan ratusan titik penerangan tersebut masih menyisakan tantangan dalam pemerataan pembangunan. Pemerintah perlu memastikan lokasi pemasangan benar-benar menyentuh ruas jalan yang selama ini membutuhkan penerangan, bukan sekadar mengejar penambahan jumlah lampu.
Dishub Sampang berharap dukungan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan terus berlanjut agar program penerangan jalan dapat menjangkau lebih banyak wilayah. Dengan demikian, masyarakat di kawasan pedesaan juga bisa menikmati akses jalan yang lebih terang dan aman ketika beraktivitas pada malam hari.
Sebab, keberhasilan pembangunan PJU tidak semata-mata diukur dari banyaknya lampu yang berhasil dipasang, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Pemerataan penerangan diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang setiap hari bergantung pada akses jalan antardesa. (ali/nda)














