PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman.
Ia mengingatkan orang tua agar tidak lengah dalam mendidik dan mengawasi anak, terutama untuk memastikan mereka merasa aman dan terlindungi selama menempuh pendidikan.
Menurut Kholilurrahman, pendidikan karakter dalam keluarga merupakan salah satu fondasi penting untuk melindungi anak dari berbagai ancaman.
Peran orang tua dinilai sangat menentukan dalam membangun pemahaman anak mengenai batasan diri, keamanan, serta keberanian untuk menyampaikan apabila mengalami perlakuan yang tidak pantas.
“Lembaga pendidikan yang efektif dan efisien dan menjadi dasar untuk kelanjutan pendidikan berikutnya, dimulai dari tingkat rumah tangga. Saya berharap orang tua jangan pernah lengah terhadap pendidikan anak,” katanya.
Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, pendidikan di lingkungan keluarga menjadi dasar sebelum anak memasuki lembaga pendidikan formal, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah dasar (SD).
Karena itu, pengawasan dan komunikasi antara orang tua dan anak perlu diperkuat agar potensi ancaman terhadap keselamatan anak dapat diketahui sedini mungkin.
“Peran orang tua sangat penting, bahkan lebih penting dari guru. Ketika peran orang tua diabaikan, guru akan mendapatkan kesulitan dalam pengembangan pendidikan terhadap anak didik,” ucapnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tengah merancang program pembinaan dan sosialisasi yang melibatkan tokoh masyarakat serta berbagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Kholilurrahman berharap, upaya perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat.
Sinergi seluruh pihak diperlukan agar anak dapat belajar dan tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan dan pelecehan seksual. (ibl/nda)














