Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puskesmas Waru, Kabupaten Pamekasan, dr. Hegi Darmawan saat siniar di Studio I Klik Madura. (ISTIMEWA)

Kepala Puskesmas Waru, Kabupaten Pamekasan, dr. Hegi Darmawan saat siniar di Studio I Klik Madura. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kesehatan jiwa menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius, terutama di tengah meningkatnya tekanan kehidupan yang dihadapi masyarakat, termasuk generasi muda.

Kepala Puskesmas Waru, Kabupaten Pamekasan, dr. Hegi Darmawan, mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai pendengar yang baik sekaligus sumber dukungan emosional bagi anggota keluarga yang mengalami tekanan mental.

Dalam sesi podcast di kantor Klik Madura, dr. Hegi menjelaskan bahwa kesehatan jiwa tidak sekadar berarti terbebas dari gangguan mental. Tetapi, juga mencakup kemampuan seseorang dalam mengenali potensi diri dan menghadapi tekanan hidup.

Kemudian, menjalankan aktivitas secara produktif, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Penjelasan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Ada 5 indikator utama jiwa itu dapat dikatakan sehat, yaitu, merasa senang dan bahagia, mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan masalah kehidupan sehari-hari, mampu menerima kelebihan serta kekurangan diri sendiri, mampu melakukan hal produktif atau bermanfaat (seperti bekerja atau belajar), kemudian memberikan tenaga, pikiran, dan kepedulian kepada keluarga maupun masyarakat,” jelasnya.

Baca juga :  Rekrutmen Pegawai RSU Mohammad Noer Pamekasan Diduga Tak Sesuai Prosedur

Menurut dr. Hegi, masyarakat juga perlu memahami perbedaan antara masalah kesehatan mental dan gangguan jiwa berat yang dalam istilah pelayanan kesehatan dikenal sebagai kondisi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak terburu-buru memberikan stigma kepada seseorang yang sedang mengalami persoalan kesehatan mental.

Ia menjelaskan, seseorang yang mengalami masalah mental dapat tetap memiliki kesadaran terhadap kondisi dirinya dan mampu menilai kenyataan, termasuk menyadari adanya gangguan yang sedang dialami.

Sementara itu, pada kondisi gangguan jiwa tertentu, seseorang dapat mengalami gangguan dalam menilai realitas yang ditandai dengan gejala seperti halusinasi.

Yakni, mendengar bisikan atau melihat sesuatu yang tidak nyata, maupun waham berupa keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan dan dipertahankan secara kuat.

Lebih lanjut, dr. Hegi menyebut terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu masalah kesehatan mental, mulai dari lingkungan keluarga hingga tekanan sosial.

Pola asuh yang terlalu keras, kurangnya kasih sayang, tekanan dari lingkungan sekitar, serta pengaruh media sosial dapat menjadi faktor yang memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Baca juga :  Disdikbud Pamekasan Tetapkan Empat Rayon SPMB SMP Jalur Domisili

Untuk mengelola stres, ia mengimbau masyarakat menerapkan mekanisme koping positif atau cara yang sehat dalam menghadapi tekanan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membangun pola pikir positif.

Kemudian, melakukan teknik relaksasi melalui latihan pernapasan box breathing, serta memperkuat pendekatan spiritual melalui doa, melaksanakan salat, dan memperbanyak membaca Al-Qur’an.

“Dengan itu ada cara mengelola stres, seperti mekanisme koping positif, kemudian bisa pikiran itu harus positif, teknik relaksasi dengan teknis pernapasan boxbreathing, dan pendekatan secara spiritual yaitu banyak-banyak berdoa, sholatnya harus dilaksanakan, perbanyak baca al Quran juga,” terang dr. Hegi.

Selain upaya dari diri sendiri, dukungan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membantu proses pemulihan seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental.

Keluarga diharapkan mampu menjadi pendengar yang baik, memberikan pendampingan, serta menghadirkan dukungan emosional tanpa menghakimi kondisi yang sedang dialami anggota keluarganya.

Di sisi lain, Puskesmas Waru Pamekasan juga memiliki sejumlah program untuk mendukung pelayanan kesehatan jiwa masyarakat.

Baca juga :  Gaji PPPK Paruh Waktu Tak Kunjung Cair, DPRD Pamekasan Lakukan Penelusuran

Salah satunya adalah program SEJIWA. Yakni, layanan kunjungan langsung atau home visit untuk penanganan kondisi darurat pasien dengan gangguan jiwa yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain, sesuai kebutuhan dan prosedur pelayanan.

Selain itu, tersedia program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya deteksi dini masalah kesehatan. Puskesmas Waru juga bekerja sama dengan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sejumlah sekolah serta Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk mendukung pemantauan kesehatan fisik dan mental masyarakat lintas usia.

Dr. Hegi menegaskan, masyarakat tidak seharusnya larut dalam pikiran negatif ketika menghadapi persoalan kehidupan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap memiliki harapan, mencari jalan keluar secara sehat, dan tidak ragu mengandalkan dukungan keluarga maupun mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Kita tidak boleh mengundang pikiran negatif. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan yang penting untuk selalu diingat bahwa ada keluarga yang menyayangi serta Allah SWT yang selalu mendampingi,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

AJP-DKP Bakal Gelar Pekan Kebudayaan Madura, Angkat Warisan M. Tabrani untuk Indonesia
Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta
Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:28 WIB

AJP-DKP Bakal Gelar Pekan Kebudayaan Madura, Angkat Warisan M. Tabrani untuk Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Berita Terbaru