PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN Tamberu 2 Pamekasan diperkirakan sulit memenuhi kuota tahun ajaran 2026/2027.
Hingga kini, jumlah pendaftar baru baru mencapai 17 siswa dari pagu satu rombongan belajar (rombel) yang ditetapkan sebanyak 28 siswa.
Kepala SDN Tamberu 2 Pamekasan, Angga Dyan Kristiawan, mengatakan pelaksanaan SPMB telah dilakukan sesuai petunjuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan. Namun, jumlah pendaftar masih belum memenuhi target yang ditetapkan.
“Iya masih segitu, mudah-mudahan bisa bertambah. Salah satu faktornya mungkin karena kegiatan belajar mengajar masih ada di tenda,” ujarnya.
Menurut Angga, seluruh kegiatan belajar mengajar hingga saat ini masih berlangsung di tenda darurat. Bahkan, siswa baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027 juga dipastikan akan mengikuti pembelajaran di lokasi tersebut sembari menunggu pembangunan gedung sekolah baru.
Kondisi itu merupakan dampak dari penyegelan lahan sekolah oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris pada Oktober 2025 lalu.
Sejak saat itu, proses belajar mengajar sempat dipindahkan ke rumah warga sebelum akhirnya berlangsung di tenda darurat hingga sekarang.
Angga berharap pembangunan gedung baru dapat segera direalisasikan pada tahun ini agar aktivitas belajar mengajar kembali berlangsung secara normal.
“Insya Allah dibangun tahun ini. Kami juga kurang paham, tapi semoga saja bisa cepat dikerjakan,” katanya.
Meski belajar dalam keterbatasan, Angga menyebut semangat para siswa tidak pernah surut. Ia juga memastikan proses pembelajaran tetap berjalan lancar dengan dukungan seluruh tenaga pendidik.
“Iya semoga benar-benar bisa dibangun di tahun ini. Pemkab juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi kami,” pungkasnya. (enk/nda)













