DBHCHT Anjlok, Ribuan Buruh Tani Tembakau di Pamekasan Tak Lagi Terima BLT

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani tembakau di Kelurahan Barurambat Timur, Pamekasan berada di sawah (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Petani tembakau di Kelurahan Barurambat Timur, Pamekasan berada di sawah (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten Pamekasan tahun ini mengalami penurunan signifikan.

Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan.

Akibat keterbatasan anggaran, ribuan buruh tani tembakau di Kabupaten Pamekasan dipastikan tidak lagi menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT tahun 2026. Bantuan tersebut kini hanya difokuskan kepada buruh pabrik rokok.

Kepala Dinsos Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, mengatakan bahwa pihaknya hanya memperoleh alokasi DBHCHT sebesar Rp 5 miliar pada tahun ini. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya sehingga penerima manfaat harus dibatasi.

Baca juga :  SDI Al-Munawwarah Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan Beregu Putri Tingkat SD/MI Se-Kecamatan Pamekasan

“Iya, tahun ini buruh tani tembakau tidak kebagian BLT DBHCHT. Dan sudah disosialisasikan juga karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Menurut Herman, BLT DBHCHT tahun ini hanya akan diberikan kepada sekitar 8.000 buruh pabrik rokok yang memenuhi syarat sebagai penerima manfaat. Masing-masing penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp 600 ribu.

Nominal bantuan tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah tetap mempertahankan besaran bantuan meskipun jumlah penerimanya berkurang.

“Masih sama dengan tahun sebelumnya itu dapat Rp 600 ribu,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinsos Pamekasan, pada tahun 2025 total anggaran BLT DBHCHT mencapai Rp 15,3 miliar. Anggaran tersebut disalurkan kepada 4.458 buruh pabrik rokok dan 18.606 buruh tani tembakau.

Baca juga :  30 Tahanan Nyoblos di Rutan Polres Pamekasan

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah penerima maupun besaran anggaran yang dikelola Dinsos mengalami penurunan cukup tajam.

Dampaknya, kelompok buruh tani tembakau yang sebelumnya masuk kategori penerima kini harus dicoret dari daftar penerima manfaat.

Meski demikian, Herman berharap bantuan yang tetap disalurkan kepada buruh pabrik rokok dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia juga berharap alokasi DBHCHT yang diterima Pemkab Pamekasan kembali meningkat pada tahun mendatang.

“Mungkin tahun depan bisa kembali seperti semula dan anggaran yang Pemkab Pamekasan dapat bisa naik kembali,” tandasnya. (enk/nda)

Baca juga :  Sering Macet, Disperindag-Dishub Pamekasan Bakal Uji Coba Rekayasa Lalin Pasar Keppo

Berita Terkait

Meski Sekolah Masih Disegel, SPMB SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Tetap Dibuka
Imigrasi Pamekasan Jadi Tuan Rumah BERSAPDA 2026, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Kepedulian Sosial
UIM Dorong Mahasiswa Berinovasi dan Bangun Digitalisasi Desa Lewat KKN
Pegiat Lingkungan Tanam 10 Ribu Mangrove, Bentuk Protes Kasus Perusakan Mangrove Hampir Dua Tahun Mangkrak
Dua Guru SMK Kesehatan Nusantara Diperiksa Polisi, Ungkap Kronologi Penyegelan Sekolah
UIM Bekali DPL KKN 2026, Perkuat Pengawasan Lapangan dan Sistem Pelaporan Terintegrasi
Polres Pamekasan Dalami Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara, Agendakan Periksa Sejumlah Guru
Ahli Waris Tegaskan Tanah TK ABA IV Tak Pernah Dijual, Siap Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Pihak Terkait

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:43 WIB

DBHCHT Anjlok, Ribuan Buruh Tani Tembakau di Pamekasan Tak Lagi Terima BLT

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:30 WIB

Meski Sekolah Masih Disegel, SPMB SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Tetap Dibuka

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

UIM Dorong Mahasiswa Berinovasi dan Bangun Digitalisasi Desa Lewat KKN

Senin, 15 Juni 2026 - 12:36 WIB

Pegiat Lingkungan Tanam 10 Ribu Mangrove, Bentuk Protes Kasus Perusakan Mangrove Hampir Dua Tahun Mangkrak

Senin, 15 Juni 2026 - 12:06 WIB

Dua Guru SMK Kesehatan Nusantara Diperiksa Polisi, Ungkap Kronologi Penyegelan Sekolah

Berita Terbaru

Opini

Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo

Selasa, 16 Jun 2026 - 07:19 WIB