PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bumi gerbang salam kembali dihebohkan isu sensitif yang menyeret Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman. Ia dituding membelikan rumah mewah dan mobil ratusan juta rupiah untuk istrinya dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menanggapi isu tersebut, KH. Kholilurrahman dengan tegas membantah. Ia menyebut isu tersebut sebagai isu jalanan yang tidak berdasar dan sengaja dimainkan untuk memancing reaksi masyarakat.
“Isu itu tidak benar sama sekali. Saya tidak pernah membelikan rumah mewah atau mobil mahal untuk siapa pun, baik menggunakan uang pribadi, apalagi menggunakan APBD,” katanya saat ditemui di kediamannya.
Mantan anggota DPR RI itu menuturkan bahwa isu tersebut sempat ramai diperbincangkan di salah satu grup percakapan yang juga melibatkan dirinya. Namun, ia memilih tidak menanggapi dan menghindari diskusi tersebut agar tidak terus berlarut.
“Terus terang, ketika ada isu jalanan seperti itu, saya lebih memilih menghindari. Kalau saya ikut berkomentar, itu justru akan berkelanjutan. Bisa jadi besok muncul isu lain. Saya tidak mau terperangkap dalam isu murahan,” ujarnya.
Bahkan, ia menilai tudingan tersebut semakin tidak masuk akal karena lokasi yang disebut-sebut masih berada di wilayah Pamekasan, tepatnya daerah Kangenan. Seandainya isu itu disebut didaerah lain seperti Surabaya, mungkin masih bisa diperdebatkan, meski tetap tidak benar.
“Kangenan itu kan daerah kita, seandainya mereka berpikir di Surabaya mungkin masuk akal. Saya tidak sempat memikirkan untuk beli mobil pribadi, apalagi mau beli untuk orang lain. Bahkan rumah milik saya yang di bangun tahun 2001 belum sempat di renovasi,” ucapnya.
KH. Kholil meyakini bahwa isu tersebut lambat laun akan hilang dengan sendirinya. Namun jika benar, aparat penegak hukum (APH) pasti akan menindaklanjuti dan mencari bukti. Nanti publik akan menilai isu tersebut benar apa hoaks.
“Ketika isu ini berlalu dan tidak ada tindak lanjut dari APH karena memang tidak ada bukti, berarti jelas ini hoaks,” tandasnya. (ibl/nda).













