BANGKALAN || KLIKMADURA – Upaya menekan angka stunting terus digencarkan dari level paling bawah. Tenaga kesehatan bersama Pemerintah Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, menggelar pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil secara rutin.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (22/4/2026) itu menyasar seluruh ibu hamil di Desa Junganyar. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan risiko stunting sejak masa kehamilan.
Kader Posyandu setempat, Siama menyampaikan, kegiatan tersebut dilakukan secara berkala setiap bulan dengan pendampingan tenaga kesehatan serta tim yang telah dibentuk oleh pemerintah desa.
“Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan rutin setiap bulan demi mengurangi angka stunting serta memastikan kondisi ibu tetap sehat selama masa kehamilan hingga pasca melahirkan,” ujarnya.
Tidak hanya pemeriksaan kesehatan, para ibu hamil juga mendapatkan edukasi terkait pentingnya pola hidup sehat. Mulai dari pemenuhan gizi seimbang, aktivitas harian yang sehat, hingga pengetahuan dasar parenting setelah melahirkan untuk mencegah indikasi baby blues.
Menurut Ibu Siama, tingginya angka stunting menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Ia menilai, salah satu penyebab utama masih tingginya kasus stunting adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang pola hidup sehat.
“Kurangnya asupan gizi, pola hidup yang tidak sehat, serta rendahnya kesadaran menjaga lingkungan menjadi faktor yang sering ditemukan. Edukasi seperti ini penting agar keluarga lebih peduli terhadap kesehatan,” jelasnya.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode door to door. Petugas mendatangi langsung rumah ibu hamil yang telah terdata oleh pemerintah desa.
Adapun pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi kesehatan, pemeriksaan darah, pemberian edukasi, serta distribusi Tablet Tambah Darah (TTD) dan suplemen penunjang lainnya.
Melalui program ini, pemerintah desa bersama tenaga kesehatan berharap angka stunting, khususnya di wilayah Madura, dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak juga diharapkan terus meningkat.
Sebab, generasi berkualitas tidak hanya dibentuk saat anak lahir, tetapi telah dipersiapkan sejak dalam kandungan. (fit/nda)













