DKP Resmi Dilantik, Langsung Tancap Gas Agendakan Sowan Tokoh Agama di 13 Kecamatan

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Pamekasan H. Sukriyanto berjabat tangan dengan Ketua DKP Arief Wibisono usai pelantikan di Pendopo Budaya Pamekasan. (BADRUS SHOLEH / KLIKMADURA)

Wabup Pamekasan H. Sukriyanto berjabat tangan dengan Ketua DKP Arief Wibisono usai pelantikan di Pendopo Budaya Pamekasan. (BADRUS SHOLEH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) resmi dilantik di Pendopo Budaya Pamekasan, Senin (13/4/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto.

Tak butuh waktu lama, kepengurusan baru DKP langsung menyiapkan langkah strategis. Selain membenahi struktur internal, mereka juga mengagendakan sowan ke tokoh-tokoh agama dan masyarakat di 13 kecamatan.

Ketua DKP Arief Wibisono menegaskan, langkah tersebut menjadi pintu awal untuk merumuskan arah pengembangan kesenian dan kebudayaan berbasis desa.

“Iya, kita benahi dulu struktur. Setelah itu, kami siapkan agenda besar hingga akhir tahun. Termasuk sowan ke tokoh-tokoh di desa di 13 kecamatan,” ujarnya.

Baca juga :  Tanah Negara di Pamekasan Digarap Korporasi, BNPM Jatim Bakal Lapor Polisi

Menurut Arief, kesenian desa ibarat akar dalam sebuah pohon, tidak tampak di permukaan namun menopang kehidupan. Sayangnya, potensi tersebut kerap luput dari perhatian.

“Kesenian di desa itu sebenarnya kuat, mengakar. Hanya saja, sering tidak terlihat dan kurang mendapat perhatian,” imbuhnya.

Karena itu, DKP berkomitmen menjalin komunikasi dengan para sesepuh dan tokoh agama. Selain meminta restu, langkah ini juga menjadi ruang dialog untuk menggali potensi serta mencari solusi bersama dalam pengembangan seni budaya lokal.

Ia meyakini, setiap desa di Pamekasan memiliki kekayaan budaya yang khas dan layak untuk dilestarikan serta dikenalkan kepada generasi muda.

Baca juga :  Refleksi 17 Tahun, AJP Gelar Bedah Buku dan Temu Jurnalis se-Madura

“Kami yakin setiap desa punya kesenian dan budayanya sendiri. Ini yang harus dijaga, dikembangkan, dan dikenalkan kepada generasi sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Wabup Pamekasan H. Sukriyanto menambahkan, pengembangan kebudayaan akan dilakukan secara bertahap. Meski dimulai dari wilayah kota, desa tetap menjadi perhatian utama.

“Di desa itu sebenarnya sudah ada, seperti tembheng, macapat, dan lainnya. Tinggal bagaimana kita pelan-pelan melestarikan dan mengembangkannya,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Didatangi KPK, Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan Pastikan Bukan Pemeriksaan Proyek
AJP Awali Raker dengan Aksi Lingkungan, Lepas Burung dan Tanam Ribuan Mangrove
Sidak Tempat Praktik dr. Tatik Sulistyowati, Dinkes Sebut Pelayanan Kurang Standar 
Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani
UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 15:03 WIB

Didatangi KPK, Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan Pastikan Bukan Pemeriksaan Proyek

Senin, 13 April 2026 - 12:13 WIB

DKP Resmi Dilantik, Langsung Tancap Gas Agendakan Sowan Tokoh Agama di 13 Kecamatan

Senin, 13 April 2026 - 10:54 WIB

AJP Awali Raker dengan Aksi Lingkungan, Lepas Burung dan Tanam Ribuan Mangrove

Senin, 13 April 2026 - 08:09 WIB

Sidak Tempat Praktik dr. Tatik Sulistyowati, Dinkes Sebut Pelayanan Kurang Standar 

Minggu, 12 April 2026 - 11:13 WIB

Pengusaha Tembakau Diperiksa KPK, PCNU Pamekasan: Mereka Jantung Petani

Berita Terbaru