PAMEKASAN || KLIKMADURA – Peringatan keras Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi balap liar tampaknya belum sepenuhnya diindahkan.
Pasalnya, sejumlah pemuda masih nekat menggelar balap liar pada sore hari, tepatnya menjelang waktu berbuka puasa.
Salah satu lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar berada di Jalan Cempaka Rubaru, tepatnya di Dusun Prengampel, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur.
Aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Salah seorang pengendara, Afgani, mengaku khawatir dengan perilaku para pemuda tersebut. Sebab, aksi balap liar sangat berbahaya dan dapat memicu kecelakaan fatal.
“Sangat berbahaya. Selain mengganggu arus lalu lintas, ini bisa menimbulkan kecelakaan. Seharusnya ditindak tegas dan dijaga titik-titik yang rawan balap liar. Kapolres tidak boleh membiarkan ini terus terjadi,” katanya.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.30, para pelaku balap liar menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong, ban dan pelek yang tidak sesuai standar pabrikan.
Suara bising dan kecepatan tinggi membuat warga sekitar merasa resah, terlebih aktivitas itu terjadi saat jalan mulai ramai oleh masyarakat yang hendak berbuka puasa.
Kapolsek Kadur, Iptu Wahyu Dwi Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi. Patroli rutin dilakukan sejak pukul 16.00 WIB di sepanjang ruas jalan Pamoroh yang kerap dijadikan lokasi balap liar.
“Kami jam empat sudah melakukan patroli sepanjang jalan Pamoroh, di titik lain juga kami pantau,” ucapnya.
Ia menegaskan, patroli akan terus ditingkatkan hingga kondisi benar-benar kondusif. “Insyaallah kami tetap melakukan patroli sampai situasi aman dan balap liar tidak lagi terjadi,” tandasnya. (ibl/nda).














