Soroti Trenggalek hingga Madura, Ansor Jatim Desak Tata Kelola Tambang Berbasis Kerakyatan

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) PW GP Ansor Jawa Timur, Hermawan. (DOK. KLIKMADURA)

Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) PW GP Ansor Jawa Timur, Hermawan. (DOK. KLIKMADURA)

SURABAYA || KLIKMADURA – Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) PW GP Ansor Jawa Timur, Hermawan, menyoroti carut-marut tata kelola pertambangan di sejumlah wilayah strategis di Jawa Timur.

Ansor Jatim mendesak pemerintah agar tidak semata mengejar target investasi, tetapi juga memastikan kedaulatan ruang hidup dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Menurut Hermawan, terdapat tiga wilayah yang mencerminkan kompleksitas persoalan pertambangan saat ini, yakni Trenggalek, Lumajang, dan Madura. Ketiganya menghadapi persoalan berbeda, namun beririsan pada lemahnya tata kelola dan keberpihakan kepada rakyat.

Di Trenggalek, Hermawan menyoroti rencana pertambangan emas yang dinilai berpotensi mengancam kawasan konservasi dan keselamatan lingkungan.

Baca juga :  Mahasiswa UTM Optimalkan Budidaya Kentang Atlantik Bersama Petani Lokal Kabupaten Magetan

“Trenggalek adalah wilayah tangkapan air dengan topografi rawan bencana. Jika pertambangan dipaksakan tanpa konsensus rakyat dan kajian lingkungan yang jujur, dampaknya bisa permanen. Kami berdiri bersama aspirasi warga,” tegasnya.

Sementara itu, terkait pertambangan pasir di Lumajang, Ansor Jatim menekankan pentingnya transparansi pengelolaan serta penertiban jalur logistik.

“Pasir Lumajang dikenal berkualitas tinggi, tetapi kerusakan jalan desa akibat aktivitas tambang sangat masif. Kami mendorong penguatan sistem digitalisasi pajak pasir agar kebocoran PAD dapat ditekan dan hasilnya dikembalikan untuk pembangunan desa terdampak,” ujar Hermawan.

Baca juga :  Berantas Judi Online dan Narkoba, Kapolres Pamekasan Ajak Seluruh Element Lakukan Tindakan Preventif

Adapun di Madura, Hermawan menyoroti ironi wilayah yang kaya sumber daya migas dan fosfat, namun masih bergelut dengan persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial.

“Madura adalah lumbung energi, tetapi kesejahteraan masyarakat sekitar tambang masih tertinggal. Kami menuntut efektivitas CSR dan penyerapan tenaga kerja lokal yang lebih terukur, agar masyarakat Madura tidak menjadi penonton di tanah sendiri,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Hermawan menginstruksikan seluruh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor di wilayah terdampak untuk aktif melakukan advokasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Kami tidak anti-tambang, tetapi kami anti-keserakahan. Investasi boleh masuk, namun hak-hak dasar rakyat, kelestarian lingkungan, serta norma lokal Jawa Timur wajib dijunjung tinggi,” tegasnya.

Baca juga :  Pamekasan Masih Menyala

Hermawan juga mengungkapkan, Ansor Jatim dalam waktu dekat akan membentuk Tim Monitoring ESDM yang bertugas memantau aktivitas pertambangan di seluruh kabupaten atau kota di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran regulasi yang merugikan masyarakat kecil.

“Semangat kami adalah maslahah ammah. Tambang harus menjadi berkah, bukan musibah. Ansor Jatim siap menjadi mitra kritis pemerintah dalam memastikan setiap izin yang diterbitkan benar-benar sejalan dengan kesejahteraan umat,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

Berani Tolak Menu MBG Lele Mentah, Wagub Jatim Puji SMAN 2 Pamekasan
Satu Yayasan Diduga Kuasai Puluhan SPPG, Kerugian Negara Ditaksir Tembus Ratusan Miliar
Sambut HUT ke-3, Kru Klik Madura Kunjungi Tribun Jogja
Said Abdullah Kembali Pegang Kendali Banteng Jatim, Bidik 5 Juta Kader dan 50 Ribu Startup
IJTI Madura Warning Gagasan Madura Provinsi dan KEK Bukan Hanya Wacana!
Madura, Penopang Energi dari Timur Jawa untuk Ketahanan Energi Nasional
Sukses Jaga Kondusivitas Masyarakat, Forum Intelektual Jatim Apresiasi Pangdam V/Brawijaya
Mahasiswa UTM Optimalkan Budidaya Kentang Atlantik Bersama Petani Lokal Kabupaten Magetan

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:39 WIB

Berani Tolak Menu MBG Lele Mentah, Wagub Jatim Puji SMAN 2 Pamekasan

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:55 WIB

Satu Yayasan Diduga Kuasai Puluhan SPPG, Kerugian Negara Ditaksir Tembus Ratusan Miliar

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:35 WIB

Sambut HUT ke-3, Kru Klik Madura Kunjungi Tribun Jogja

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:12 WIB

Soroti Trenggalek hingga Madura, Ansor Jatim Desak Tata Kelola Tambang Berbasis Kerakyatan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 23:14 WIB

Said Abdullah Kembali Pegang Kendali Banteng Jatim, Bidik 5 Juta Kader dan 50 Ribu Startup

Berita Terbaru

Ketua DKP Pamekasan, Arief Wibisono menyerahkan lukisan kepada Wabup Pamekasan H. Sukriyanto usai pelantikan. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Pamekasan

Pemkab Pamekasan Pastikan Gedung DKP Direvitalisasi Tahun Ini

Selasa, 14 Apr 2026 - 06:44 WIB