Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah santri di Desa/Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep belajar menggunakan senter sebagai penerangan. (KLIKMADURA)

Sejumlah santri di Desa/Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep belajar menggunakan senter sebagai penerangan. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Warga Desa/Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, masih harus hidup dalam keterbatasan akses listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik PLN di Dusun Inpres disebut sudah lama tidak beroperasi secara normal.

Aliran listrik yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat hanya menyala dalam waktu terbatas. Pada musim kemarau, listrik disebut hanya dapat dinikmati sekitar empat jam pada siang hari dan dua jam pada malam hari.

Warga Desa Saobi, Ainurrahman, mengatakan cahaya lampu memang sempat menerangi rumah-rumah warga ketika malam tiba. Namun, kondisi itu hanya berlangsung sekitar dua jam, yakni mulai pukul 17.30 hingga 19.30 WIB. Setelah itu, ratusan rumah warga kembali tenggelam dalam kegelapan hingga pagi hari.

“Kalau musim kemarau seperti ini siangnya bisa hidup sekitar empat jam dan malamnya hanya sekitar dua jam. Tapi kalau musim hujan, hanya menyala pada malam hari, itu pun sekitar satu jam,” katanya.

Baca juga :  Bendung Upaya Penggarapan Pantai Jadi Tambak, Warga Gersik Putih Rela Bermalam di Tepi Pantai

Untuk sedikit menerangi rumah, warga terpaksa menggunakan peralatan seadanya. Lampu senter dan lampu teplok menjadi alternatif ketika aliran listrik kembali padam.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga. Keterbatasan listrik juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama nelayan.

Para nelayan kesulitan mengawetkan hasil tangkapan karena tidak memiliki akses listrik yang cukup untuk mengoperasikan kulkas maupun membuat es batu. Akibatnya, ikan hasil tangkapan tidak dapat bertahan lama dan berpotensi mengalami penurunan harga.

“Kalau ikannya tidak segar, harganya murah,” tegas Ainurrahman.

Persoalan semakin terasa ketika hasil tangkapan nelayan melimpah. Tanpa fasilitas pendingin, ikan sulit disimpan untuk kemudian dipasarkan ke luar pulau.

Pembeli pun sebagian besar hanya berasal dari masyarakat setempat yang membeli ikan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

“Sebenarnya, kalau dijual ke luar pulau pasti laku. Tapi mau bagaimana, di sini tidak ada es batu karena listrik tidak hidup normal,” ujarnya.

Baca juga :  Optimistis Kafilah Sumenep Masuk Peringkat 10 Besar MTQ Jatim 2023

Tak hanya sektor ekonomi, dunia pendidikan juga terkena dampak. Kegiatan belajar-mengajar di sejumlah sekolah disebut belum berjalan maksimal karena berbagai media pembelajaran yang membutuhkan listrik tidak dapat digunakan secara optimal.

Para siswa juga mengalami kesulitan ketika harus belajar pada malam hari. Tanpa penerangan yang memadai, mereka kembali mengandalkan lampu senter maupun lampu teplok.

“Kalau belajar kami menggunakan alat seadanya. Kadang lampu senter, kadang lampu teplok,” kata Imam, salah seorang siswa.

Sementara itu, Kepala Desa Saobi, Hosaini, SH, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk mendorong normalisasi operasional PLTS tersebut.

Pemerintah desa telah mendatangi Kantor PLN ULP Kangean hingga PLN UP3 Madura untuk meminta adanya perbaikan dan normalisasi pelayanan listrik.

Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, perbaikan tersebut disebut tidak dapat dilakukan tanpa adanya kewenangan atau instruksi dari pihak pusat.

Baca juga :  Hadiri Musabaqah Qira’atil Kutub, Wakil Bupati Sumenep Tegaskan Santri Harus Kuasai Tradisi dan Teknologi

“Pihak tersebut katanya tidak mempunyai wewenang untuk melakukan perbaikan kalau tidak ada perintah dari pusat,” jelasnya.

Karena itu, Pemerintah Desa Saobi juga telah mengirimkan surat permohonan percepatan dan pemerataan akses kelistrikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Surat tersebut dikirim pada 2025 dan turut dilengkapi pernyataan tuntutan masyarakat agar akses listrik di Desa Saobi dapat beroperasi selama 24 jam.

Namun, hingga saat ini warga mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai tindak lanjut permohonan tersebut.

“Surat itu kami kirim pada tahun 2025 kemarin. Tapi sampai saat ini masih belum ada tanggapan,” tandas Hosaini.

Kondisi listrik yang belum normal membuat masyarakat Desa Saobi harus terus beradaptasi dengan keterbatasan. Nelayan kesulitan menjaga hasil tangkapan, siswa tidak leluasa belajar pada malam hari, sementara aktivitas masyarakat secara umum masih bergantung pada waktu terbatas ketika PLTS beroperasi. (hin/nda)

Berita Terkait

Bupati Fauzi Wongsojudo Teguhkan Nilai Santri, ASN Sumenep Wajib Berbusana Muslim Selama Empat Hari
Bupati Sumenep Dorong KEN Jadi Motor Promosi Budaya dan Pariwisata hingga Tingkat Nasional
Bupati Fauzi Apresiasi Kreativitas Anak Sumenep dalam Lomba Mewarnai
Dana Umrah Rp400 Juta Diduga Digelapkan, Polresta Sumenep Amankan Pria Asal Batuan
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bekuk Dua Pria di Saronggi, Sabu 2,14 Gram Disita
Terbuai Janji Bakal Dinikahi, Perempuan Asal Sumenep Dicabuli hingga Hamil
Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Bupati Fauzi Wongsojudo Teguhkan Nilai Santri, ASN Sumenep Wajib Berbusana Muslim Selama Empat Hari

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:33 WIB

Bupati Sumenep Dorong KEN Jadi Motor Promosi Budaya dan Pariwisata hingga Tingkat Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Bupati Fauzi Apresiasi Kreativitas Anak Sumenep dalam Lomba Mewarnai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 00:37 WIB

Dana Umrah Rp400 Juta Diduga Digelapkan, Polresta Sumenep Amankan Pria Asal Batuan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Bekuk Dua Pria di Saronggi, Sabu 2,14 Gram Disita

Berita Terbaru

Pengendara melintas di area penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kabupaten, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Senin (19/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Pamekasan

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 10:43 WIB