Sebelum Dipecat, Gaji Kasun di Desa Olor Sampang Dipotong Rp1,5 Juta, Pj Kades Ngaku Tidak Tahu!

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Kepala Desa Olor, Marjui. (DOK. KLIKMADURA)

Penjabat (Pj) Kepala Desa Olor, Marjui. (DOK. KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Skandal tata kelola pemerintahan desa kembali mencuat di Kabupaten Sampang. Seorang Kepala Dusun (Kadus) di Desa Olor, Kecamatan Banyuates, mengaku gajinya dipotong sepihak oleh bendahara desa sebelum akhirnya dipecat dari jabatannya.

Kadus bernama Zainullah itu mengungkapkan, gajinya dipotong sebesar Rp1,5 juta oleh Bendahara Desa Olor, Moh. Sholeh, usai pencairan dana.

Ironisnya, meski gajinya sudah dipotong, ia tetap menerima surat keputusan (SK) pemberhentian.

“Setelah gaji cair, dipotong Rp1,5 juta. Kata bendahara, biar saya tidak dipecat. Tapi kenyataannya tetap saja saya diberhentikan,” ungkapnya, Minggu (28/9/2025).

Baca juga :  Lomba Gerak Jalan Agustusan Butuh Anggaran Rp 150 Juta, Pemkab Sampang Cari Sponsor

Penjabat (Pj) Kepala Desa Olor, Marjui, justru mengaku tidak mengetahui adanya praktik pemotongan gaji tersebut. Dia berjanji akan mengecek terlebih dahulu kepada bendaharanya.

“Saya gak tau mas. Saya telpon ke Bendahara dulu ya, nanti saya jelaskan ke sampean,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar bagi berbagai kalangan. Sebab, jika merujuk pada aturan, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa harus sesuai Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 yang telah diubah.

Tindakan sewenang-wenang tidak dibenarkan. Sementara pemotongan gaji tanpa dasar hukum bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan wewenang. (san/nda)

Baca juga :  Magang di Klik Madura, Mahasiswi IAIN Madura Dapat Ilmu dan Pengalaman yang Tidak Didapat di Bangku Kuliah

Berita Terkait

Siap-Siap! Polres Sampang Bakal Terapkan ETLE dan Tilang Manual dalam Operasi Patuh Semeru 2026
Dua SPBU Disanksi, Ojol dan Pedagang di Sampang Cemas BBM Makin Sulit
Dicatut untuk Peras dan Intimidasi Sekolah, PWI Sampang Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Sekolah, Polres Sampang Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan
Open Bidding Sekda Sampang Tak Jelas, Perpanjangan SK Pj Sekda Kembali Diusulkan
Lindungi Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Madura Jaring 12 Peserta Baru di Sampang
Pekerja Tewas Tertimpa Rangka Bangunan SDN Komis I Sampang, Kontraktor Bungkam soal K3
Nemor Kara, Pemkab Sampang Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Siap-Siap! Polres Sampang Bakal Terapkan ETLE dan Tilang Manual dalam Operasi Patuh Semeru 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Dua SPBU Disanksi, Ojol dan Pedagang di Sampang Cemas BBM Makin Sulit

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Dicatut untuk Peras dan Intimidasi Sekolah, PWI Sampang Bakal Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Sekolah, Polres Sampang Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Open Bidding Sekda Sampang Tak Jelas, Perpanjangan SK Pj Sekda Kembali Diusulkan

Berita Terbaru