Belatung Ditemukan di Menu MBG Sampang, Mahasiswa Sebut Pelecehan Terhadap Hak Anak

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto diduga belatung berada di tempat makan MBG jatah SMP Islam Darut Tauhid, Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Sampang. (ISTIMEWA)

Foto diduga belatung berada di tempat makan MBG jatah SMP Islam Darut Tauhid, Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, Sampang. (ISTIMEWA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Karang Penang kembali menuai sorotan tajam. Hal itu setelah beredar video makanan siswa di SMP Islam Darut Tauhid, Desa Gunung Kesan, yang ditemukan ulat atau diduga belatung, Senin (22/9/2025).

Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat belatung merayap di kotak makan stainless berisi nasi putih, lele goreng, tempe orek, timun, sambal, dan es buah.

Suara siswa terdengar jijik dan khawatir, bahkan ada yang memperingatkan temannya agar tidak sampai memakan ulat tersebut.

Menu bergizi yang seharusnya menyehatkan justru membuat orang tua cemas. Mereka khawatir anak-anak keracunan akibat makanan MBG yang dinilai tidak higienis.

Baca juga :  Nelayan Sampang Lapor Kasus Dugaan Penggelapan Dana Rumpon Rp 6,3 Miliar Ke Polda Jatim

“Program MBG ini benar-benar bikin orang tua was-was. Jangan sampai anak-anak keracunan hanya karena makan makanan yang seharusnya sehat,” kata Hasan, warga setempat, Selasa (23/9/2025).

Hasan menilai lemahnya pengawasan dari penyelenggara program MBG sangat memengaruhi kualitas makanan. Ia menegaskan, kebijakan besar Presiden Prabowo Subianto itu bisa rusak bila pelaksanaan asal-asalan.

“Kalau pengawasan dibiarkan longgar, hasilnya begini: makanan berbelatung sampai ke tangan siswa. Itu mencederai tujuan mulia program MBG,” tegasnya.

Mandataris Ketua Ikatan Mahasiswa Karangpenang (IMK), Shofi Bardi, juga mengecam keras kejadian tersebut. Menurutnya, pemenuhan gizi anak didik harus benar-benar terjamin mutunya.

Baca juga :  Dari Tiga Kolam Bekas, Pemuda Ini Sulap Budidaya Lele Jadi Solusi Kemandirian Pangan Sampang

“Ini pelecehan terhadap hak anak didik. Bagaimana mungkin makanan yang seharusnya menyehatkan justru disajikan dengan kondisi menjijikkan seperti ini. Belatung dalam menu MBG adalah bukti kelalaian serius,” tegas Shofi.

Ia mengaku banyak ditanya media terkait kasus ini, tanda bahwa persoalan sudah menjadi perhatian luas. “Keresahan masyarakat meluas, maka jangan pernah main-main dengan program kesehatan anak. Kalau distribusi dan pengawasan tidak dibenahi, MBG bisa berubah dari program mulia menjadi ancaman,” ujarnya.

Shofi mendesak lembaga pengawas MBG untuk turun tangan langsung. Ia menekankan, program prioritas Presiden Prabowo-Gibran harus dijalankan dengan serius, bukan sekadar proyek formalitas.

Baca juga :  Avalokitesvara Temple, A Symbol of Religious Tolerance in Madura

“Ini bukan soal satu kotak nasi, ini soal masa depan generasi. Pemerintah harus hadir, pengawas harus tegas, jangan sampai MBG jadi proyek asal jalan. Kami mahasiswa dan aktivis akan terus mengawal masalah ini,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Fatan, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Kesan, belum membuahkan hasil.

Nomor WhatsApp aktif, namun telepon tidak diangkat dan pesan yang dikirim belum dibalas hingga berita ini diturunkan. (san/nda)

Berita Terkait

Capaian Retribusi Parkir Sampang Baru 31 Persen, Dishub Berdalih Jukir Tak Setor Penuh
Perselisihan Asap Dagangan Berujung Laporan Polisi, Dokter di Sampang Dipanggil Penyidik
Anggaran Rp208 Juta Sudah Disiapkan, Pengadaan Karpet Lima Lapangan Bulu Tangkis di Sampang Masih Tanpa Spesifikasi
Kejari Periksa 20 Saksi Kasus Dugaan Penggelapan PPh Pegawai RSUD Sampang, Kerugian Negara Berpotensi Membengkak
Limbah Dapur MBG Diduga Meluap hingga Badan Jalan, Jadi PR Lingkungan Warisan Eks Kepala DLH Sampang
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas di Sreseh Resmi Naik Tahap Penyidikan
Proyek P3-TGAI Sampang di Delapan Kecamatan Disorot
Dua Kali Mangkir dari Panggilan Penyidik, Kasus Dugaan Penggelapan SHM Nomor 817 Masih Menggantung

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:32 WIB

Capaian Retribusi Parkir Sampang Baru 31 Persen, Dishub Berdalih Jukir Tak Setor Penuh

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Perselisihan Asap Dagangan Berujung Laporan Polisi, Dokter di Sampang Dipanggil Penyidik

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Anggaran Rp208 Juta Sudah Disiapkan, Pengadaan Karpet Lima Lapangan Bulu Tangkis di Sampang Masih Tanpa Spesifikasi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:58 WIB

Kejari Periksa 20 Saksi Kasus Dugaan Penggelapan PPh Pegawai RSUD Sampang, Kerugian Negara Berpotensi Membengkak

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Limbah Dapur MBG Diduga Meluap hingga Badan Jalan, Jadi PR Lingkungan Warisan Eks Kepala DLH Sampang

Berita Terbaru