Alasan RS Nindhita Sampang Tolak Permintaan Operasi Caesar Pakai BPJS Kesehatan: Tidak Ada Kegawatdaruratan!

- Jurnalis

Sabtu, 15 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RS Nindhita di Jalan Syamsul Arifin, Sampang. (MUKSIN IKSAN / KLIKMADURA)

RS Nindhita di Jalan Syamsul Arifin, Sampang. (MUKSIN IKSAN / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Rumah Sakit (RS) Nindhita Sampang diterpa isu tak sedap. Rumah sakit swasta itu dikabarkan menolak permintaan keluarga pasien atas nama Sibeh (40) untuk operasi caesar menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, Rabu (12/2/2025).

Akibatnya, pasien asal Desa Tobai Tengah, Kecamatan Sokobanah itu terpaksa harus operasi caesar menggunakan jalur umum. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 11 juta.

Namun sayangnya, bayi yang dikandung tidak selamat. Kabarnya, bayi tersebut meninggal dunia saat di dalam kandungan.

Humas RS Nindhita, Ahmad Zaini mengatakan, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dipastikan sesuai aturan yang berlaku. Pelayanan terebut tidak membedakan pasien umum maupun pasien BPJS Kesehatan.

Baca juga :  Kekurangan SDM, Layanan Cuci Darah Shift 3 RSUD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep Dihentikan

“RS Nindhita sudah melaksanakan tugas (pelayanan kesehatan) sesuai SOP. Tidak semua permintaan pasien harus dipenuhi semua,” ujarnya, Jum’at, (14/2/2025).

Dijelaskan, pelayanan pasien BPJS Kesehatan harus mengikuti kriteria standar kegawatdaruratan. Jika tidak ada tanda kegawatdaruratan pada pasien dan masih aman secara medis, maka pasien tidak dilakukan operasi caesar.

Sementara, yang menimpa Sibeh itu, menurut pemeriksaan dokter tidak ada kegawatdaruratan. Kondisi kesehatannya normal. Dengan demikian, pasien tidak bisa dilayani menggunakan BPJS Kesehatan. Pihak rumah sakit menyarankan agar lahir normal.

“Kami dari awal sudah memberikan pemahaman kepada keluarga pasien, bahwa pasien tidak termasuk kriteria pelayanan BJPS Kesehatan karena tidak ada tanda kegawatdaruratan yang menjadi dasar untuk dilakukan operasi caesar,” terangnya.

Baca juga :  Peringati HUT ke-56 BPJS Kesehatan, UPT Puskesmas Pademawu Gelar Senam Bersama Peserta Club Prolanis Majapahit

Saat diperiksa, kondisi kesehatan pasien normal. Tidak ada kegawatdaruratan seperti pendarahan, sesak nafas, dan penurunan kesadaran. Kemudian, kandunganya masih berumur lima bulan sehingga belum waktunya melahirkan.

Sesampainya di RS Nindhita, tidak ada pembukaan kelahiran. Dengan demikian, tim medis membantu pasien di ruang persalinan dengan memberikan cairan perangsang untuk membantu proses pembukaan itu.

Namun, pihak keluarga pasien tetap ngotot meminta segera dilakukan operasi caesar. Dengan demikian, operasi dilakukan melalui jalur pelayanan umum.

”Sebelumm dioperasi, kami sudah sudah menyampaikan bahwa pasien tidak masuk kriteria pelayanan BPJS Kesehatan sehingga kalau tetap meminta operasi caesar, harus melalui jalur umum,” katanya.

Baca juga :  Pastikan Layanan Kesehatan Berjalan Optimal, BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Rutin Gelar Monitoring dan Evaluasi 

Pihak keluarga pasien menyetujui untuk dilakukan operasi melalui jalur umum. Semua proses pelayanan juga dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Pasien sudah dilayani melalui jalur BPJS Kesehatan. Tetapi, untuk operasi caesar belum memenuhi syarat karena tidak ada indikasi medis kegawatdaruratan, dan masih bisa dilahirkan secara normal,” katanya.

“Sesuai aturan BPJS Kesehatan, tidak bisa diminta caesar atas permintaan pasien, harus diagnosa medis, dan jika dilakukan operasi atas permintaan pasien, maka tidak bisa dicover BPJS Kesehatan,” tandasnya. (san/diend)

Berita Terkait

Tiga Lapak di Pasar Tambelangan Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Jutaan Rupiah
Antrean Pertalite Mengular, Usulan Tambahan Kuota Sampang Hanya Disetujui 0,6 Persen
Dua Hari Tak Ditemukan, Pencarian Pemancing Hilang di Laut Ketapang Dihentikan
Operasi Patuh Semeru Dimulai, Polres Sampang Bidik Pelanggar demi Tekan Kecelakaan
Siap-Siap! Polres Sampang Bakal Terapkan ETLE dan Tilang Manual dalam Operasi Patuh Semeru 2026
Dua SPBU Disanksi, Ojol dan Pedagang di Sampang Cemas BBM Makin Sulit
Dicatut untuk Peras dan Intimidasi Sekolah, PWI Sampang Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pekerja Tewas Tertimpa Reruntuhan Sekolah, Polres Sampang Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Tiga Lapak di Pasar Tambelangan Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Jutaan Rupiah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:38 WIB

Antrean Pertalite Mengular, Usulan Tambahan Kuota Sampang Hanya Disetujui 0,6 Persen

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Dua Hari Tak Ditemukan, Pencarian Pemancing Hilang di Laut Ketapang Dihentikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Operasi Patuh Semeru Dimulai, Polres Sampang Bidik Pelanggar demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Siap-Siap! Polres Sampang Bakal Terapkan ETLE dan Tilang Manual dalam Operasi Patuh Semeru 2026

Berita Terbaru