UIM Gelar Seminar Nasional Kebangsaan dan Kepesantrenan, Tegaskan Peran Santri Madura sebagai Pilar Ketahanan Bangsa

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Ahmad Asir saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Seminar Nasional Kepesantrenan. (YOUTUBE UIM)

Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Ahmad Asir saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Seminar Nasional Kepesantrenan. (YOUTUBE UIM)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Universitas Islam Madura (UIM) menggelar Seminar Nasional Kebangsaan dan Kepesantrenan, Senin (3/11/2025).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mengukuhkan Jihad Konstitusional Santri Madura: Reafirmasi Peran Pesantren sebagai Pilar Ketahanan Bangsa Pasca Musibah dan Narasi Negatif oleh Media terhadap Pondok Pesantren Jawa Timur”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sirajuddin UIM Pamekasan ini menghadirkan narasumber utama Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa.

Dalam sambutannya, Rektor UIM, Ahmad, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa Universitas Islam Madura berdiri pada 18 April 1988 atas prakarsa para ulama pesantren dan pengurus NU.

Menurutnya, UIM sejak awal memiliki komitmen kuat untuk melahirkan generasi berkarakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah, berjiwa nasionalis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keindonesiaan.

Baca juga :  Pemkab Pamekasan Gencar Sosialisasi Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal

“UIM berkarakter Islam Ahlussunnah wal Jamaah, berkarakter NKRI, dan satu-satunya kampus di Madura yang visinya secara eksplisit menyebutkan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” katanya.

Ahmad mengatakan bahwa UIM memiliki lima menara keilmuan sebagai landasan pengembangan akademik, yaitu keislaman, keindonesiaan, kepesantrenan, kemaduraan, dan keaswajaan.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Kiai Zulfa Mustofa ke kampus UIM. Ini menjadi energi baru bagi kami dalam meneguhkan semangat kebangsaan dan kepesantrenan,” ujarnya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Mohammad Subhan, menjelaskan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional yang diselenggarakan oleh UIM.

Baca juga :  Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kualitas SDM, UIM Jalin Kerja Sama Internasional

Sebelumnya, kampus juga telah menggelar sejumlah kegiatan ilmiah berbasis santri yang melibatkan dosen dan mahasiswa.

Seminar nasional ini merupakan wujud nyata implementasi komitmen UIM dalam memperkuat nilai-nilai keindonesiaan melalui jalur pendidikan.

“Peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum sakral bagi bangsa Indonesia untuk mengenang peran historis santri dan ulama. HSN bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk pengakuan negara atas Resolusi Jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari, panggilan heroik yang menyulut semangat perlawanan terhadap penjajah,” ucapnya.

Dihadapkan ratusan audien di acara itu, K.H. Zulfa Mustofa mengatakan bahwa santri Madura memiliki karakter khas yang dikenal luas di luar daerah. Menurutnya, ketika orang luar berbicara tentang Madura, hal pertama yang terlintas adalah sosok santri.

Baca juga :  Pengurus YJI Pamekasan Resmi Dilantik, Siap Perluas Gerakan Cegah Penyakit Jantung hingga Kalangan Remaja

“Pendiri UIM, RKH. Abd. Hamid Mu’in memiliki cita-cita agar kampus ini membuat Madura dikenal karena santrinya. Santri Madura adalah simbol keilmuan dan keteguhan dalam menjaga agama dan bangsa,” tuturnya.

Menurutnya, pesantren tidak boleh kehilangan jati diri, terutama dalam hal keilmuan dan moralitas.

“Orang Madura harus mampu memahami urusan agama karena mereka dikenal sebagai santri. Pesantren adalah entitas yang punya jasa besar dalam membangun bangsa ini,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Dua Saksi Diperiksa Polisi, Kasus Dugaan Pengrusakan Segel TK ABA IV Pamekasan Terus Bergulir
Pembangunan Gedung D RSD Mohammad Noer Pamekasan Mulai Digarap, Target Rampung Tahun Ini
Lapas Narkotika Pamekasan Deteksi Dini TBC, 200 Warga Binaan Jalani Skrining
Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus
Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup
PKKMB Visioner 2026, Ratusan Mahasiswa Baru UIM Didorong Jadi Generasi Berilmu dan Beradab
Perda Pertanggungjawaban APBD Pamekasan Tahun 2025 Resmi Ditetapkan, Sejumlah Catatan Jadi Evaluasi
Harga Tembakau Turun, DPRD Pamekasan Ingatkan Pengusaha Soal BPP

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WIB

Dua Saksi Diperiksa Polisi, Kasus Dugaan Pengrusakan Segel TK ABA IV Pamekasan Terus Bergulir

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Pembangunan Gedung D RSD Mohammad Noer Pamekasan Mulai Digarap, Target Rampung Tahun Ini

Rabu, 9 September 2026 - 13:42 WIB

Lapas Narkotika Pamekasan Deteksi Dini TBC, 200 Warga Binaan Jalani Skrining

Rabu, 9 September 2026 - 13:18 WIB

Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus

Selasa, 8 September 2026 - 10:39 WIB

Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup

Berita Terbaru