PAMEKASAN || KLIKMADURA – Permasalahan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan terus menyita perhatian publik. Mulai dari kelayakan menu hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum menyetor hasil uji laboratorium Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Bahkan, persoalan dapur SPPG yang belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Menyikapi hal itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG Pamekasan menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas. Salah satunya dengan menutup dapur yang tidak menjalankan prosedur sebagaimana mestinya.
Ketua Satgas MBG Pamekasan H. Sukriyanto menyampaikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut. Ia juga mengingatkan agar pengelola dapur tidak main-main dalam menjalankan program MBG.
“Intinya terkait permasalahan SPPG dan MBG ini kami segera menindaklanjuti agar terus baik ke depannya. Dan kami dari satgas menindak tegas apabila terjadi temuan yang urgent seperti keracunan dan sebagainya,” tegasnya.
Menurut dia, langkah tegas tersebut dilakukan agar program prioritas Presiden RI itu dapat berjalan dengan baik, aman, dan lancar.
Apalagi penerima manfaat program tersebut merupakan kelompok rentan, seperti siswa, ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil), serta balita.
Karena itu, kualitas menu dan prosedur operasional dapur harus benar-benar diperhatikan agar kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya tidak terulang kembali.
Pria yang juga menjabat Wakil Bupati Pamekasan itu mengungkapkan, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur MBG setelah Lebaran Idulfitri.
Sidak tersebut akan dilakukan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam struktur Satgas MBG, termasuk Sekretaris Daerah dan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Pamekasan.
“Iya minggu depan ini kita akan bertemu dan membahas jadwal turlap itu. Karena harus ditindaklanjuti ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini Satgas MBG Pamekasan telah memberikan teguran tertulis kepada salah satu dapur di wilayah Kota Gerbang Salam. Teguran tersebut diberikan setelah ditemukan ketidaksesuaian dalam proses operasional dapur.
Bahkan, Sukriyanto menegaskan pihaknya tidak akan ragu menutup sementara dapur yang tidak kooperatif dan tidak mau mengikuti pembinaan.
“Sementara ini ada satu dapur yang mendapatkan teguran tertulis,” tandasnya. (enk/nda)














