Ratusan Kang Ojol Pamekasan Gelar Aksi Solidaritas dan Tahlil untuk Affan, Desak Kasus Diusut Tuntas

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan driver ojol saat melakukan aksi solidaritas di sekitar Taman Arek Lancor Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Ratusan driver ojol saat melakukan aksi solidaritas di sekitar Taman Arek Lancor Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Pamekasan menggelar aksi solidaritas untuk almarhum Affan Kurniawan.

Affan merupakan driver ojol yang meninggal dunia setelah terlindas mobil taktis Brimob saat aksi di kawasan Pejompongan, Jakarta saat demonstrasi.

Aksi solidaritas itu dimulai dengan konvoi keliling kota. Para pengemudi kompak membawa poster bertuliskan tuntutan agar kasus kematian Affan diusut tuntas.

Usai konvoi, massa berkumpul di Monumen Arek Lancor untuk menggelar tahlil dan doa bersama, Jumat (29/8/2025).

Koordinator aksi, Subhan Taufik menyampaikan, aksi tersebut lahir dari kepedulian sesama driver ojol. Kematian Affan bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh pengemudi ojol di Indonesia.

Baca juga :  Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

“Awalnya kami hanya ingin membagikan pita hitam sebagai tanda duka. Tapi antusiasme teman-teman luar biasa, hingga akhirnya berkembang menjadi konvoi dan doa bersama,” katanya.

Subhan mengatakan, para pengemudi ojol mendesak agar kasus tersebut diusut secara transparan. Kemudian, pelaku dijatuhi hukuman setimpal sesuai undang-undang yang berlaku.

“Harapan kami, persidangan dilakukan terbuka. Supaya rakyat Indonesia tahu bagaimana arogansi yang menimpa kami,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang
Operasi Wirawaspada 2026 Digelar, Imigrasi Pamekasan Perketat Pengawasan Orang Asing

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru