Puskesmas Tlanakan Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks, Gunakan Metode IVA dan HPV DNA

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala UPT Puskesmas Tlanakan, dr. Henny Setyawati saat podcast di Kantor Redaksi Klik Madura. (BADRUS SHOLEH / KLIKMADURA)

Kepala UPT Puskesmas Tlanakan, dr. Henny Setyawati saat podcast di Kantor Redaksi Klik Madura. (BADRUS SHOLEH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Upaya pencegahan kanker serviks terus digencarkan oleh UPT Puskesmas Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Melalui program deteksi dini, fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama itu mengandalkan dua metode utama.

Yakni, Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan pemeriksaan Human Papillomavirus (HPV) DNA.

Kepala UPT Puskesmas Tlanakan, dr. Henny Setyawati, menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit mematikan yang masih menjadi ancaman serius bagi perempuan.

Berdasarkan data nasional, penyakit ini menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian di Indonesia.

“Kanker serviks adalah tumor ganas yang menyerang leher rahim. Pertumbuhan sel abnormal ini sering tidak disadari, sehingga jika tidak terdeteksi sejak dini, bisa berkembang ke stadium lanjut dan berujung fatal,” jelasnya.

Baca juga :  8 Caleg DPR RI Dapil Madura Peraih Suara Tertinggi Sementara Versi Real Count KPU

Sebagai langkah preventif, pihaknya aktif melakukan skrining menggunakan metode IVA yang dinilai praktis dan mudah dijangkau masyarakat. Selain itu, metode ini juga tidak menimbulkan rasa sakit sehingga mendapat respons positif dari warga.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Metode IVA ini cepat, sederhana, dan tidak sakit, sehingga masyarakat tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Tak hanya menyasar masyarakat umum, Puskesmas Tlanakan juga melakukan pemeriksaan internal kepada tenaga kesehatan melalui metode HPV DNA.

Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi keberadaan virus HPV, khususnya tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab sekitar 90 persen kasus kanker serviks di Indonesia.

Baca juga :  PKS Sampang Tancap Gas Konsolidasi hingga Desa, Targetkan Mesin Partai Makin Solid dan Dekat dengan Masyarakat

“Jika virus HPV terdeteksi lebih awal, maka bisa segera dilakukan penanganan lanjutan untuk mencegah berkembang menjadi kanker,” imbuhnya.

Dokter Henny menegaskan bahwa kanker serviks tidak hanya menyerang perempuan yang sudah menikah. Risiko juga mengintai perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual, terlebih bagi mereka dengan pasangan berganti-ganti.

“Data menunjukkan usia rentan di atas 30 tahun. Namun, kewaspadaan harus dimulai lebih dini, apalagi bagi yang memiliki faktor risiko. Virus HPV ini tidak bisa diketahui tanpa pemeriksaan,” tegasnya.

Selain fokus pada deteksi kanker serviks, Puskesmas Tlanakan juga memprioritaskan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Target yang dicanangkan adalah nol kasus.

Baca juga :  Kasus Pak Kos Minta Dilayani Mahasiswi di Pamekasan Berakhir Damai

“Di tahun 2026 ini tercatat satu kasus kematian ibu dan tiga bayi meninggal dalam kandungan. Ini menjadi perhatian serius bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan,” paparnya.

Menjelang peringatan Hari Kartini, dr. Henny mengajak seluruh perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sebagai bentuk rasa syukur sekaligus fondasi keluarga yang kuat.

“Perempuan yang sehat akan melahirkan keluarga yang kuat. Mari lebih peduli dan mencintai diri sendiri,” tandasnya. (enk)

Berita Terkait

Rapat Paripurna Tak Capai Kuorum, Saedy Romli Sebut Setiap Anggota Dewan Punya Pertimbangan Politis
Rapat Paripurna Tak Capai Kuorum, Ketua DPRD Pamekasan Ingatkan Dewan Utamakan Kepentingan Rakyat
Baru Mulai Dikerjakan, Progres Tahap Dua Puskesmas Bulangan Haji Masih 3,90 Persen
Anggaran Rp3,2 Miliar Sudah Disiapkan, Revitalisasi Empat Sentra PKL di Pamekasan Belum Dimulai
Kursi Dewan Kosong, Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025 Pamekasan Gagal
Segel TK ABA IV Dibuka Paksa, Polres Pamekasan Dalami Laporan Ahli Waris
Puskesmas Teja Pamekasan Hadirkan Yankestrad, Akupresur hingga TOGA Jadi Pilihan Masyarakat
Masih Buron, Oknum Pengacara Fefen Sambo Kembali Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen Bank

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 14:46 WIB

Rapat Paripurna Tak Capai Kuorum, Saedy Romli Sebut Setiap Anggota Dewan Punya Pertimbangan Politis

Rabu, 2 September 2026 - 12:53 WIB

Rapat Paripurna Tak Capai Kuorum, Ketua DPRD Pamekasan Ingatkan Dewan Utamakan Kepentingan Rakyat

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Baru Mulai Dikerjakan, Progres Tahap Dua Puskesmas Bulangan Haji Masih 3,90 Persen

Rabu, 2 September 2026 - 11:49 WIB

Anggaran Rp3,2 Miliar Sudah Disiapkan, Revitalisasi Empat Sentra PKL di Pamekasan Belum Dimulai

Rabu, 2 September 2026 - 07:14 WIB

Segel TK ABA IV Dibuka Paksa, Polres Pamekasan Dalami Laporan Ahli Waris

Berita Terbaru