Pengadaan Hewan Kurban Sedot APBD Rp387 Juta, DPRD Pamekasan Panggil  Kabag Kesra

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ruang rapat Komisi IV DPRD Pamekasan saat meminta keterangan dari Kabag Kesra Setkab Pamekasan terkait pengadaan hewan kurban. (ISTIMEWA)

Suasana ruang rapat Komisi IV DPRD Pamekasan saat meminta keterangan dari Kabag Kesra Setkab Pamekasan terkait pengadaan hewan kurban. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pengadaan hewan kurban oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang menghabiskan anggaran Rp387.150.000 mendapat sorotan dari Komisi IV DPRD Pamekasan.

Legislator menilai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan sapi dan kambing kurban perlu dievaluasi. Tujuannya, agar lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Saedy Romli, mengatakan secara substansi ibadah kurban merupakan bentuk ibadah personal yang semestinya dilakukan menggunakan dana pribadi.

Menurutnya, apabila pengadaan hewan dilakukan menggunakan APBD, maka kegiatan tersebut lebih tepat dipahami sebagai bentuk bantuan sosial atau kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

Baca juga :  Kiai Kholilurrahman Ditugasi DPP Partai Demokrat Bangun Koalisi dan Tunjuk Bacawabup

“Definisi kurban itu sebenarnya ibadah perseorangan yang berasal dari kemampuan pribadi. Kalau menggunakan APBD, tentu konteksnya berbeda dan lebih tepat disebut bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” katanya.

Politikus yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan itu menilai, penganggaran kegiatan serupa sebaiknya dikaji ulang.

Terlebih di tengah kondisi keuangan daerah yang menurutnya masih membutuhkan efisiensi dan prioritas program yang lebih mendesak.

Ia menyarankan agar anggaran daerah lebih difokuskan pada program yang memiliki dampak jangka panjang. Seperti bantuan pembangunan pondok pesantren, lembaga pendidikan, maupun fasilitas publik lainnya.

Baca juga :  Sadis! Pria Ditemukan Tewas dengan Tubuh Penuh Luka dan Terbakar, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Kalau melihat kebutuhan masyarakat, anggaran seperti ini sebaiknya diarahkan pada program yang manfaatnya lebih permanen dan dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Edy itu juga berharap pemerintah daerah lebih cermat dalam menyusun prioritas anggaran. Dengan demikian, setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Ke depan perlu ada penataan anggaran yang lebih baik. Ini bukan persoalan boleh atau tidak, tetapi bagaimana memastikan manfaatnya benar-benar optimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Pamekasan, Dayat menjelaskan, total anggaran Rp387.150.000 tersebut digunakan untuk pengadaan sembilan ekor sapi dan 60 ekor kambing.

Baca juga :  Pemkab Pamekasan Siapkan Anggaran Rp16,1 Miliar untuk Bayar Listrik PJU

Rinciannya, pengadaan sembilan sapi menghabiskan anggaran Rp192.150.000, sedangkan 60 kambing menelan biaya Rp195.000.000.

Menurut Dayat, hewan kurban tersebut disalurkan kepada sejumlah masjid, musala, yayasan, pondok pesantren, serta lembaga kemasyarakatan lainnya yang sebelumnya mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah.

“Penyalurannya ada yang dalam bentuk hewan utuh dan ada juga yang sudah berupa daging. Program ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun dan penerima mengajukan proposal sebelum Iduladha,” katanya.

Ia menegaskan seluruh proses pengadaan dan penyaluran dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan pemerintah daerah. (enk/nda)

Berita Terkait

Harkopnas Jatim di Pamekasan Jadi Titik Konsolidasi, Koperasi Didorong Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Daerah
PWI Pamekasan Dukung Langkah Hukum terhadap Hotman Paris, Nilai Ucapan kepada Wartawan Lukai Martabat Pers
Alumni Ponpes se-Palengaan Geruduk Pendapa, Desak Bupati Batalkan Pendirian Indomaret di Desa Panaan
Libatkan Petani hingga Perusahaan Rokok, DKPP Pamekasan Matangkan Penetapan BPP Tembakau
Digischool Resmi Dimulai, Disdikbud Pamekasan Gandeng Klik Madura Perkuat Branding Sekolah Lewat Media Sosial
Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Masuk Babak Baru, Polisi Segera Periksa Siswa
Pemkab Pamekasan Kejar UHC Prioritas, Tunggakan Premi BPJS Ditarget Lunas Agustus
Komisi IV Pertanyakan Investasi Rp2,5 Miliar dan Piutang JKN Rp22 Miliar RSUD Smart Pamekasan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:59 WIB

Harkopnas Jatim di Pamekasan Jadi Titik Konsolidasi, Koperasi Didorong Naik Kelas dan Perkuat Ekonomi Daerah

Selasa, 21 Juli 2026 - 03:33 WIB

PWI Pamekasan Dukung Langkah Hukum terhadap Hotman Paris, Nilai Ucapan kepada Wartawan Lukai Martabat Pers

Senin, 20 Juli 2026 - 12:26 WIB

Alumni Ponpes se-Palengaan Geruduk Pendapa, Desak Bupati Batalkan Pendirian Indomaret di Desa Panaan

Senin, 20 Juli 2026 - 09:43 WIB

Libatkan Petani hingga Perusahaan Rokok, DKPP Pamekasan Matangkan Penetapan BPP Tembakau

Senin, 20 Juli 2026 - 09:07 WIB

Digischool Resmi Dimulai, Disdikbud Pamekasan Gandeng Klik Madura Perkuat Branding Sekolah Lewat Media Sosial

Berita Terbaru