PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pengadaan hewan kurban oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang menghabiskan anggaran Rp387.150.000 mendapat sorotan dari Komisi IV DPRD Pamekasan.
Legislator menilai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan sapi dan kambing kurban perlu dievaluasi. Tujuannya, agar lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Saedy Romli, mengatakan secara substansi ibadah kurban merupakan bentuk ibadah personal yang semestinya dilakukan menggunakan dana pribadi.
Menurutnya, apabila pengadaan hewan dilakukan menggunakan APBD, maka kegiatan tersebut lebih tepat dipahami sebagai bentuk bantuan sosial atau kepedulian pemerintah kepada masyarakat.
“Definisi kurban itu sebenarnya ibadah perseorangan yang berasal dari kemampuan pribadi. Kalau menggunakan APBD, tentu konteksnya berbeda dan lebih tepat disebut bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” katanya.
Politikus yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan itu menilai, penganggaran kegiatan serupa sebaiknya dikaji ulang.
Terlebih di tengah kondisi keuangan daerah yang menurutnya masih membutuhkan efisiensi dan prioritas program yang lebih mendesak.
Ia menyarankan agar anggaran daerah lebih difokuskan pada program yang memiliki dampak jangka panjang. Seperti bantuan pembangunan pondok pesantren, lembaga pendidikan, maupun fasilitas publik lainnya.
“Kalau melihat kebutuhan masyarakat, anggaran seperti ini sebaiknya diarahkan pada program yang manfaatnya lebih permanen dan dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Edy itu juga berharap pemerintah daerah lebih cermat dalam menyusun prioritas anggaran. Dengan demikian, setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Ke depan perlu ada penataan anggaran yang lebih baik. Ini bukan persoalan boleh atau tidak, tetapi bagaimana memastikan manfaatnya benar-benar optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Pamekasan, Dayat menjelaskan, total anggaran Rp387.150.000 tersebut digunakan untuk pengadaan sembilan ekor sapi dan 60 ekor kambing.
Rinciannya, pengadaan sembilan sapi menghabiskan anggaran Rp192.150.000, sedangkan 60 kambing menelan biaya Rp195.000.000.
Menurut Dayat, hewan kurban tersebut disalurkan kepada sejumlah masjid, musala, yayasan, pondok pesantren, serta lembaga kemasyarakatan lainnya yang sebelumnya mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah.
“Penyalurannya ada yang dalam bentuk hewan utuh dan ada juga yang sudah berupa daging. Program ini memang rutin dilaksanakan setiap tahun dan penerima mengajukan proposal sebelum Iduladha,” katanya.
Ia menegaskan seluruh proses pengadaan dan penyaluran dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan pemerintah daerah. (enk/nda)













