PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebagian petani tembakau di Kabupaten Pamekasan mulai memasuki masa panen. Di tengah harapan petani terhadap hasil panen yang maksimal, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan berkomitmen dalam menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan harga tembakau dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Produksi Pertanian DKPP Pamekasan, Andi Ali Syahbana, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi dinamika sektor tembakau tahun ini. Ia berkomitmen harga tembakau bisa naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Pemerintah daerah berkomitmen agar harga tembakau tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Kami terus berupaya melalui berbagai langkah, mulai dari monitoring di lapangan hingga pembinaan intensif kepada kelompok tani, katanya.
Andi menjelaskan bahwa pembinaan tersebut dilakukan agar kualitas tembakau petani meningkat, sehingga memiliki daya tawar lebih baik saat dijual ke pabrikan. Menurutnya, kualitas masih menjadi faktor utama yang menentukan harga di tingkat petani.
“Melalui pendampingan kelompok tani (poktan), kami mendorong petani memperhatikan pola tanam, perawatan, hingga proses panen. Kalau kualitasnya bagus, tentu harga akan mengikuti,” ujarnya.
Andi mengaku bahwa sektor tembakau tahun ini tetap dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama kondisi cuaca yang tidak menentu. Mundurnya fenomena El Nino dan perubahan iklim masih menjadi kendala yang cukup berdampak pada pola tanam petani.
“Cuaca memang menjadi faktor yang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya. Tapi kami berharap kondisi tahun ini bisa lebih berpihak kepada petani tembakau,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu petani tembakau asal Desa Klompang Timur, Andi Rois, mengaku bahwa tanaman tembakaunya sudah hampir memasuki masa panen dan diperkirakan akan panen dalam waktu sekitar satu minggu ke depan.
“Insyaallah satu minggu lagi sudah mulai panen. Sekarang tinggal menunggu cuaca bagus supaya kualitas tembakaunya tetap terjaga,” tuturnya .
Ia berharap pemerintah daerah dapat berperan lebih aktif dalam menjembatani petani dengan pihak pabrikan, sehingga harga tembakau tidak jatuh saat panen.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu petani, terutama dalam menekan para pabrikan. Harapannya, tembakau petani bisa dibeli dengan harga yang mahal dan sesuai dengan jerih payah kami selama ini,” tandasnya. (ibl/nda).













