Pembagian Kloter Haji Dinilai Tak Ideal, Sejumlah KBIHU di Pamekasan Keberatan

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah CJH KBIHU Al-Hilal Pamekasan saat mengikuti manasik beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

Sejumlah CJH KBIHU Al-Hilal Pamekasan saat mengikuti manasik beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pembagian kloter calon jamaah haji (CJH) tahun ini telah ditetapkan. Namun, sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) menyampaikan keberatan karena pemetaan tersebut dianggap tidak ideal.

Pengurus Yayasan Miftahul Qulub Polagan Galis, Darul, mengungkapkan bahwa beberapa KBIHU tidak ditempatkan dalam satu kloter yang sama.

Salah satunya KBIHU Al-Hilal yang tersebar di Kloter C dan D. Padahal, jumlah jamaahnya dinilai cukup jika disatukan.

“Ada beberapa yang tidak satu kloter, seperti KBIHU Al-Hilal yang berada di Kloter C dan D. Jumlahnya sebenarnya cukup apabila digabung,” ujarnya.

Baca juga :  Dampak Efisiensi Anggaran, Pemkab Pamekasan Hentikan Beasiswa Santri

Darul menyebut pemisahan ini bukan hal baru. Pada tahun-tahun sebelumnya, pemisahan juga terjadi, tetapi biasanya berdasarkan pertimbangan syarikah, bukan keinginan jamaah.

Ia berharap Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan mempertimbangkan kembali pemetaan ini agar ketidaknyamanan KBIHU bisa teratasi.

“Ini kemauan siapa? Atas izin siapa? Saya juga kaget saat hadir di kegiatan pemetaan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim menjelaskan, pemetaan kloter telah dibahas bersama seluruh pengurus KBIH dan KBIHU.

Menurutnya, bukan terjadi pemecahan, melainkan penitipan jamaah pada kloter lain.

Baca juga :  Pagi Kuasa Hukum Demo Tunggal, Sore Mantan Kades Laden Ditahan Kejaksaan

“Di Pamekasan ada empat kloter, masing-masing berisi 376 jamaah sesuai ketentuan. Hanya kloter terakhir atau Kloter D yang berjumlah 257,” jelasnya.

Halim menegaskan bahwa informasi mengenai pemetaan sudah disampaikan sejak awal rapat. Bahkan, menurutnya, pemisahan tahun sebelumnya jauh lebih banyak, terutama pada 2025 kemarin.

Ia menambahkan, setibanya di Mekah para jamaah yang terpisah di kloter berbeda tetap bisa berkumpul kembali. Pemisahan hanya terjadi pada transportasi bus dan pesawat.

“Tenang saja. Di setiap kloter ada penanggung jawab dan pembimbing. Tidak perlu terlalu khawatir,” pungkasnya. (enk/nda)

Baca juga :  Pengurus KONI Pamekasan Periode 2025-2029 Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Sistem Pembinaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Ketua Satgas MBG Pamekasan Janji Sidak Usai Lebaran, PMII Minta Sanksi Tegas SPPG Nakal
Layanan Tetap Jalan Saat Masa Libur Lebaran, RSUD Smart Pamekasan Siaga 24 Jam
Dari Shalawat hingga Santunan, Harmoni Ramadan Majelis Tangga Seribu Menyentuh Hati Ribuan Jamaah
Nyalakan Energi Ramadan, PLN UP3 Madura Buka Puasa dan Santuni anak Yatim dan Kaum Duafa
Jelang Nyepi dan Lebaran, ASN Pamekasan Mulai WFH
Pegadaian Area Madura Berbagi Berkah Ramadan, Salurkan 1.000 Takjil dan 1.000 Paket Sahur
Nahas! Petasan Meledak Saat Korban Merokok, Kaki Kanan Pemuda Asal Tlanakan Putus
IWO PD Pamekasan Bagi-bagi Takjil, Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama di Bulan Ramadan

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:43 WIB

Ketua Satgas MBG Pamekasan Janji Sidak Usai Lebaran, PMII Minta Sanksi Tegas SPPG Nakal

Selasa, 17 Maret 2026 - 06:50 WIB

Layanan Tetap Jalan Saat Masa Libur Lebaran, RSUD Smart Pamekasan Siaga 24 Jam

Senin, 16 Maret 2026 - 15:17 WIB

Dari Shalawat hingga Santunan, Harmoni Ramadan Majelis Tangga Seribu Menyentuh Hati Ribuan Jamaah

Senin, 16 Maret 2026 - 14:32 WIB

Nyalakan Energi Ramadan, PLN UP3 Madura Buka Puasa dan Santuni anak Yatim dan Kaum Duafa

Senin, 16 Maret 2026 - 05:46 WIB

Pegadaian Area Madura Berbagi Berkah Ramadan, Salurkan 1.000 Takjil dan 1.000 Paket Sahur

Berita Terbaru