Nelayan Tanjung Resah, Ratusan Perahu Asal Pasuruan Diduga Rusak Ekosistem Laut

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan perahu asal Pasuruan berada di pesisir Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. (ISTIMEWA)

Ratusan perahu asal Pasuruan berada di pesisir Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Para nelayan di pesisir Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, dibuat resah dengan maraknya aktivitas penangkapan kerang oleh nelayan dari luar daerah.

Selama tiga pekan terakhir, perairan Tanjung dipadati perahu nelayan asal Pasuruan yang dinilai mengganggu aktivitas nelayan setempat.

Salah satu nelayan setempat, H. Karyani mengatakan bahwa alat tangkap yang digunakan dalam pengambilan kerang tersebut berpotensi merusak ekosistem laut.

Dasar laut dan terumbu karang dikhawatirkan rusak akibat metode penangkapan yang tidak ramah lingkungan.

“Kami sangat keberatan atas aktivitas ini, Alat tangkap yang digunakan itu diduga merusak dasar laut. Kalau dibiarkan, terumbu karang pasti hancur dan yang paling dirugikan nelayan lokal,” katanya, Rabu (14/1/2026).

Baca juga :  Kesulitan Tebus BBM, Nelayan Pamekasan Bakal Temui BPH Migas

H. Karyani mengaku bahwa Penangkapan Kerang tidak hanya berdampak pada lingkungan, melainkan terhadap para nelayan sekitar.

Sebab, keberadaan perahu nelayan dari luar daerah menimbulkan persoalan ruang sandar dan area melaut. Lokasi yang selama ini digunakan nelayan setempat kini dipenuhi perahu nelayan asal Pasuruan.

“Biasanya area sandar itu khusus untuk masyarakat sini. Sekarang penuh perahu dari luar, nelayan lokal jadi kesulitan. Khawatir menimbulkan konflik antar nelayan,”ujarnya.

H. Karyani mengungkapkan bahwa sejak tiga minggu lalu terdapat sekitar 16 perahu nelayan Pasuruan yang beroperasi di perairan Tanjung. Hasil tangkapan kerang tersebut diangkut dari daratan Desa Tanjung menggunakan truk dengan intensitas sekitar tiga truk per hari.

Baca juga :  Lakpesdam NU Sumenep Rumuskan Pengawalan Isu Lingkungan, Bahas Fosfat hingga Migas

“Sejak seminggu ini, perahu bertambah terus hingga mencapai ratusan dan truknya juga bertambah menjadi 10. Ini setiap hari beroperasi kecuali hari juma’at,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Rela Tempuh Jarak 16 Kilometer, Siswa SMAN 1 Waru Antusias Ikuti BTS Klik Madura
Puluhan Siswa SMAN 1 Pakong Serius Dalami Ilmu Jurnalistik hingga Public Speaking
Dinkes Pamekasan Selidiki Kasus Kematian Ibu di PMB Kowel, Libatkan Sejumlah Pihak
SMAN 3 Pamekasan Sambut Antusias Kegiatan BTS Klik Madura
Operasional SPPG Yayasan Al-Bukhori Dihentikan Sementara, Siswa SDN Murtajih I Pamekasan “Puasa” MBG 
Siswa SMAN 1 Galis Antusias Ikuti BTS Klik Madura, Dibekali Ilmu Jurnalistik hingga Public Speaking
Kepala SMAN 1 Pademawu Apresiasi BTS Klik Madura, Tekankan Edukasi Konten Positif
Keji! Guru Ngaji di Pamekasan Diduga Setubuhi Dua Murid Selama 5 Tahun, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:18 WIB

Rela Tempuh Jarak 16 Kilometer, Siswa SMAN 1 Waru Antusias Ikuti BTS Klik Madura

Jumat, 24 April 2026 - 08:39 WIB

Puluhan Siswa SMAN 1 Pakong Serius Dalami Ilmu Jurnalistik hingga Public Speaking

Jumat, 24 April 2026 - 08:31 WIB

Dinkes Pamekasan Selidiki Kasus Kematian Ibu di PMB Kowel, Libatkan Sejumlah Pihak

Jumat, 24 April 2026 - 05:31 WIB

SMAN 3 Pamekasan Sambut Antusias Kegiatan BTS Klik Madura

Rabu, 22 April 2026 - 13:40 WIB

Operasional SPPG Yayasan Al-Bukhori Dihentikan Sementara, Siswa SDN Murtajih I Pamekasan “Puasa” MBG 

Berita Terbaru