PAMEKASAN || KLIKMADURA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) turut ambil bagian dalam pelaksanaan tradisi Rokat Buju’ bersama masyarakat Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.
Keterlibatan tersebut menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas masyarakat.
Tradisi Rokat Buju’ merupakan ritual tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang diyakini telah berjasa dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan itu diikuti warga dari sejumlah dusun di Desa Dempo Barat, di antaranya Dusun Kembang, Karang Tengah, Pandian, Toroy, Duwe Pote, Patemon, Janten, Bancek, Jurang Dalam, hingga Potreh.
Pelaksanaan Rokat Buju’ yang digelar pada Kamis (2/7/2026) berlangsung khidmat. Warga bersama mahasiswa membawa berbagai perlengkapan ritual dan makanan untuk didoakan sebelum disantap bersama.
Makanan tersebut sebagai simbol rasa syukur atas rezeki, keselamatan, dan hasil pertanian yang diperoleh selama setahun terakhir.
Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama dan sesepuh desa di area makam leluhur atau buju’. Doa dipanjatkan untuk keselamatan desa, kesejahteraan masyarakat, serta keberkahan bagi seluruh warga.
Setelah itu, seluruh peserta menikmati hidangan bersama sebagai lambang persaudaraan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Kepala Desa Dempo Barat Joko Pranoto mengatakan, Rokat Buju’ merupakan wujud doa dan harapan masyarakat agar desa senantiasa diberikan keselamatan dan kesejahteraan.
Menurutnya, tradisi tersebut telah dilaksanakan sejak masa kepala desa terdahulu dan menjadi bagian dari sejarah panjang Desa Dempo Barat.
“Rokat Buju’ itu bentuk doa dan harapan masyarakat agar Desa Dempo Barat selalu diberi keselamatan dan kesejahteraan. Dalam sejarah sendiri, kades-kades sebelumnya sudah melakukan tradisi tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi media untuk menyatukan harapan masyarakat melalui doa bersama.
Koordinator Desa KKN Kelompok 16, R. Kholishul Mukhlis, mengaku keterlibatan mahasiswa dalam Rokat Buju’ memberikan pengalaman spiritual dan budaya yang berharga. Menurutnya, tradisi tersebut mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas masyarakat.
“Tradisi ini mengajarkan kami bahwa budaya adalah cara menjaga kebersamaan masyarakat,” katanya.
Bagi mahasiswa KKN, pengalaman mengikuti Rokat Buju’ menjadi momen pertama yang membekas. Mereka melihat langsung antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa berharap Rokat Buju’ tetap menjadi identitas budaya Desa Dempo Barat yang terus dilestarikan. Selain menjaga nilai-nilai kearifan lokal, tradisi tersebut juga diharapkan mampu mempererat solidaritas masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa yang mengabdi di desa tersebut. (nda)













