PAMEKASAN || KLIKMADURA – SDI Al-Munawwarah Pamekasan menggelar farewell event ke-50 yang diikuti oleh 133 siswa kelas VI yang digelar di Azana Style Hotel Madura. Ratusan siswa tersebut merupakan bagian dari total 740 siswa kelas I hingga kelas VI di lembaga pendidikan tersebut.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi kepada siswa kelas VI yang telah menempuh pendidikan selama enam tahun. Tak cukup disitu, para siswa juga dinilai telah menorehkan sejumlah prestasi dan mengharumkan nama sekolah.
Kepala SDI Al-Munawwarah Pamekasan, Dedeh Rosidah, menyampaikan terima kasih kepada para guru yang terus meningkatkan kompetensi dalam mendidik siswa. Ia juga mengapresiasi peran wali murid yang telah berkolaborasi mendampingi putra-putrinya selama menempuh pendidikan.
“Dengan bangga kami mengembalikan putra-putri terbaik ini kepada pangkuan bapak ibu yang selanjutnya bisa naik ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.
Dedeh menyampaikan, sebanyak 92 siswa dari 133 lulusan kelas VI ini memiliki kesempatan berada di barisan penghafal Al-Qur’an. Hafalan para siswa tersebut beragam, mulai satu juz hingga lima juz.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara sekolah dan wali murid. Dukungan lingkungan keluarga dinilai penting untuk membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter keagamaan yang kuat.
Ia berpesan agar para siswanya itu terus memperkuat akidah di tengah perkembangan zaman. Para siswa juga diminta menjaga ibadah, menghiasi diri dengan akhlak mulia, serta menjalankan syariat Islam dengan baik.
“Ingatlah kelulusan ini bukan akhir perjuangan kita, melainkan awal dari perjalanan perjuangan yang lebih luas dan penuh tantangan. Raih cita-cita setinggi mungkin dan jangan khawatir Allah sudah memberikan berbagai macam keistimewaan di diri masing-masing para murid,” pesannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Basri Yulianto, mengatakan enam tahun merupakan waktu yang tidak singkat dalam proses pendidikan siswa. Ia menilai keikhlasan dan ketabahan para ustadz serta ustadzah telah membentuk siswa yang berprestasi dan berakhlak mulia.
“Hal ini tentu sejalan dengan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Mendikdasmen RI berpesan, tujuh kebiasaan itu menekankan perihal rajin beribadah,” terangnya.
Basri menyebut, kebiasaan tersebut telah diterapkan di SDI Al-Munawwarah Pamekasan melalui Uji Kompetensi Al-Qur’an (UKA). Program tersebut telah dijalankan sekolah selama empat tahun, sementara Disdikbud Pamekasan baru mulai menerapkannya.
“Jadi para wali murid patut berbangga dan berbahagia, anak didiknya tidak hanya mampu membaca namun juga seorang penghafal Al-Qur’an. Semoga bermanfaat bagi banyak orang,” tandasnya. (enk/nda)













