Lahan Garam di Pamekasan Menyusut Hampir 2 Hektare, Tambak Udang Jadi Penyebab

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan garam di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Lahan garam di Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Luasan lahan garam rakyat di Kabupaten Pamekasan tahun 2025 mengalami penyusutan cukup signifikan. Angkanya hampir 2 hektare dibandingkan tahun 2024.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Diskan Pamekasan, Luthfie Asy’ari mengatakan, luasan lahan mengalami penurunan dari 961,6 hektare menjadi 959,5 hektare. Terdapat sekitar 1,9 hektare yang mengalami penyusutan.

Luthfie mengatakan, penyusutan lahan diakibatkan oleh pergeseran petani dari garam ke budidaya udang. Termasuk berubah menjadi kawasan permukiman.

“Yang terpenting pengaplikasian teknologi seperti geomembran. Selama ini alhamdulillah luasan yang ada masih mendukung pencapaian produksi,” ujarnya.

Baca juga :  Walhi Jatim Ungkap 21 Hektare Laut Kampung Tapakerbau Sumenep Ber-SHM

Luthfie juga mengungkapkan bahwa penyusutan lahan mengakibatkan pada hasil produksi garam rakyat mengalami anjlok. Tahun ini, kota gerbang salam hanya memproduksi sebanyak 36.570 ton, turun drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 119.700 ton.

“Garam memang tidak memiliki target produksi tahunan, sebab faktor cuaca tak bisa diprediksi. Tahun ini kemarau basah, jadi kristalisasi tidak maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi mengatakan bahwa Pemkab harus lebih serius dalam memperhatikan para petambak garam.

“Koordinasi selama ini kerap tidak membuahkan hasil dengan alasan urusan garam kewenangan Pemprov Jatim. Kami sangat menekankan untuk diberdayakan. SIPD itu bukan barang mati, tetapi nomenklatur itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” tandasnya. (ibl/nda)

Baca juga :  Rayakan Hari Guru Nasional, UPT Puskesmas Pademawu Gelar Cek Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Polres Pamekasan Dalami Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara, Agendakan Periksa Sejumlah Guru
Ahli Waris Tegaskan Tanah TK ABA IV Tak Pernah Dijual, Siap Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Pihak Terkait
Sebulan Disegel, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terpaksa Belajar Daring
Klinik Kecantikan Elysia Estetika Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik di PEF 2026
Belum Punya Gedung Permanen, 30 Murid Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dititip di Sampang
Pagu SPMB SMA Negeri di Pamekasan Tetap, Tahun Ini Tersedia 56 Rombel
Ketua DPRD Apresiasi PKS Pantai Jumiang, Dorong Pemkab Lebih Kreatif Genjot PAD
Pantai Jumiang Dikelola Tanpa Dana APBD, Bupati Pamekasan Uji Komitmen Pengelola

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:18 WIB

Polres Pamekasan Dalami Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara, Agendakan Periksa Sejumlah Guru

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:01 WIB

Ahli Waris Tegaskan Tanah TK ABA IV Tak Pernah Dijual, Siap Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Pihak Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:57 WIB

Sebulan Disegel, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terpaksa Belajar Daring

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Belum Punya Gedung Permanen, 30 Murid Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dititip di Sampang

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:29 WIB

Pagu SPMB SMA Negeri di Pamekasan Tetap, Tahun Ini Tersedia 56 Rombel

Berita Terbaru