Keterbatasan Armada, Jenazah Bayi di Puskesmas Teja Terpaksa Diantar Pakai Ambulans Milik Lembaga Sosial

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengendara melintas di depan Puskesmas Teja, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Pengendara melintas di depan Puskesmas Teja, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketersediaan ambulans di Puskesmas rupanya masih terbatas. Seperti Puskesmas Teja, fasilitas kesehatan tingkat pertama itu hanya memiliki satu armada.

Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans tidak bisa serta merta dilayani. Seperti yang terjadi pada, Senin (6/4/2026), jenazah bayi terpaksa harus diantar pakai ambulans milik lembaga sosial.

M. Roziki, orang tua bayi yang meninggal itu menceritakan kronologis kejadiannya. Menurut dia, anak keduanya mengalami lemas sehingga dengan cepat dibawa ke Puskesmas Teja.

Namun, sekitar lima menit setelah mendapatkan penanganan medis, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga meminta agar jenazah diantar pulang menggunakan ambulans puskesmas.

Baca juga :  Geliatkan IKM dan Industri Kreatif, Hamas Dukung Penuh Kompetisi Fotografi

Sayangnya, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pihak puskesmas. Alasannya, karena armada yang dimiliki hanya satu unit. Meskipun pihak keluarga menyampaikan kesediaannya untuk membayar biaya pengantaran, pihak puskesmas tetap tidak bersedia.

“Ambulansnya ada, terlihat terparkir, tapi tidak bisa dipakai untuk membawa jenazah anak saya. Kalau memang tidak ada, mungkin kami bisa maklum,” katanya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Puskesmas Teja, dr. Henny Setyowati membenarkan jenazah anak kedua M. Roziki tidak diantar pakai ambulans milik puskesmas.

Namun, pihaknya tidak membiarkan atau menelantarkan. Justru, pihak puskesmas mencari alternatif dengan menghubungi lembaga sosial Cahaya Umat. Hasilnya, jenazah bayi tersebut diantar menggunakan ambulans milik lembaga tersebut.

Baca juga :  Kepala SMAN 4 Pamekasan Sebut BTS Dapat Gali Potensi Siswa

Dokter Henny Setyowati menjelaskan, Puskesmas Teja mengalami keterbatasan armada. Pihaknya hanya memiliki satu unit ambulans yang penggunaanya diprioritaskan untuk pasien hidup dan kondisi gawat darurat.

“Permintaan keluarga adalah mengantar jenazah ke Sumenep. Jika ambulans digunakan ke luar daerah, maka kami tidak memiliki kendaraan cadangan apabila sewaktu-waktu ada pasien emergency yang membutuhkan rujukan,” ucapnya.

Dengan demikian, pihaknya mencairkan alternatif dengan menghubungi beberapa pihak yang  memiliki mobil jenazah. Salah satunya, Cahaya Umat.

“Kami membantu menghubungi pihak lain, termasuk Cahaya Ummat, untuk peminjaman mobil jenazah, dan Alhamdulillah teratasi,” tandasnya. (ibl/nda)

Baca juga :  Berlangsung Khidmat, Pengukuhan Pengurus AJP Periode 2025-2027 Angkat Isu Lingkungan dan Independensi Pers

Berita Terkait

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus
Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar
Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026
Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR
Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka
Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi
Komisi III DPRD Pamekasan Usul Jembatan Blumbungan Dibangun Ulang
Operasi Wirawaspada 2026 Digelar, Imigrasi Pamekasan Perketat Pengawasan Orang Asing

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 13:43 WIB

UIN Madura Raih Akreditasi Unggul, Rektor: Tonggak Penting Transformasi Kampus

Sabtu, 11 April 2026 - 11:57 WIB

Dua Rumah Sakit Terima Pasien Rujukan Tapi Dokter Tidak Ada, Ibu Melahirkan Hampir Terlantar

Sabtu, 11 April 2026 - 10:23 WIB

Membanggakan! Bersaing dengan 104 Ribu Proposal, 18 Dosen UNIRA Lolos Hibah Penelitian Nasional 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 10:03 WIB

Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan, Rumah Sakit di Madura Bakal Tanggung Iuran JKN Warga Miskin Lewat CSR

Jumat, 10 April 2026 - 11:30 WIB

Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

Berita Terbaru