PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Hikmah Pamekasan menggelar kegiatan Training Menata Hati dengan tema “Meraih Kemabruran Haji”, Ahad (1/2/2026).
Acara tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Cahaya Berlian, Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan dibuka oleh KH. Mohammad Imam Ghazali, S.Ag, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat ikhtisar yang dipimpin oleh Ust. Ahmad Fauzi, S.Pd.I.
Ketua KBIHU Nurul Hikmah Pamekasan, KH. Muhammad Muhsin Ghazali, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan mental dan spiritual bagi calon jamaah haji yang menjadi tujuan utama kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal rohani yang kuat agar para jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan penuh ikhlas dan syukur untuk meraih kemabruran dan ketenangan hati saat beribadah,” jelasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, Dr. KH. Mawardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KBIHU Nurul Hikmah yang menghadirkan narasumber terbaik bagi calon jamaah haji.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada KBIHU Nurul Hikmah Pamekasan yang menyajikan kegiatan dan narasumber terbaik. Pertama di Madura menghadirkan langsung speaker dan motivator handal, H. Moh. Molik. Luar biasa,” ujarnya.

Acara inti Training Menata Hati disampaikan oleh Drs. H. Moh. Molik Latif, seorang narasumber berpengalaman dalam pembinaan mental-spiritual jamaah haji.
Dalam penyampaiannya, peserta diajak memahami makna kemabruran, membersihkan hati, memperbaiki niat, serta melakukan muhasabah diri sebagai bekal sebelum menunaikan ibadah haji.
“Ibadah haji merupakan puncak penghambaan kepada Allah. Seperti ungkapan Imam Al-Ghazali, ibadah yang tidak terjangkau oleh nalar justru menunjukkan puncak kepasrahan seorang hamba,” katanya.
“Hal ini tergambar dari kisah Nabi Ibrahim yang menerima perintah meninggalkan istri dan anaknya sebagai bentuk ketaatan yang sempurna,” tambahnya.
H. Moh. Molik Latif juga membagikan tips mengelola stres agar calon jamaah haji dapat menjalani proses ibadah dengan tenang dan tidak mudah gundah.
Menjelang akhir acara, suasana berlangsung haru ketika narasumber meminta pasangan jamaah maupun calon jamaah untuk saling berpelukan dan memohon maaf.
Momen penuh kehangatan itu menciptakan atmosfer emosional yang mendalam, menegaskan bahwa perjalanan menuju kemabruran bukan hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan hati, hubungan, dan keikhlasan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan bekal rohani yang kuat sehingga para jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan penuh ketenangan dan meraih predikat haji yang mabrur. (imd/nda)














