Solar Langka di Pamekasan, Nelayan Ngamuk Minta Pemerintah Turun Tangan

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga antre pembelian BBM jenis solar di SPBU Larangan, Pamekasan. (PRENGKI WIRANANDA / KLIKMADURA)

Sejumlah warga antre pembelian BBM jenis solar di SPBU Larangan, Pamekasan. (PRENGKI WIRANANDA / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pembagian kuota BBM jenis solar di Kabupaten Pamekasan kembali memantik kemarahan para nelayan.

Mereka mengaku kesulitan mendapatkan solar, meski sudah mengantongi rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan.

Di lapangan, solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) kerap kosong. Para nelayan pun terpaksa beralih ke SPBU.

Namun, ternyata mereka justru ditolak oleh petugas. SPBU disebut lebih memprioritaskan kendaraan roda empat dan kendaraan umum lainnya.

Ketua Asosiasi Nelayan Indonesia (ANI) Pamekasan, Wardan, menegaskan bahwa situasi ini sudah berlangsung lama dan sangat merugikan nelayan.

Baca juga :  SIGANTENG TENAN Antarkan Pemkab Pamekasan Raih Predikat Sangat Inovatif IGA 2025

Ia menyebut pembagian kuota solar antara kebutuhan darat dan laut di Pamekasan tidak transparan.

“Para nelayan tidak tahu berapa jatah kuota solar yang seharusnya bisa mereka tebus. SPBN kosong, sementara SPBU tetap melayani kendaraan umum,” tegasnya.

Menurut Wardan, nelayan yang sudah mendapatkan rekomendasi pembelian BBM wajib dilayani di SPBU maupun SPBN sesuai regulasi.

Ia menduga adanya campur tangan mafia BBM yang sengaja mengacaukan distribusi kuota agar solar sulit diakses oleh nelayan.

“Ini sudah tidak wajar. Terlihat sekali ada kejanggalan. Kami curiga ada mafia yang bermain dalam pembagian kuota solar,” ujarnya.

Baca juga :  Kurir JNT Dicekik Sampai Berdarah, Polres Pamekasan Turun Tangan

Ia mengapresiasi pelayanan rekomendasi dari Dinas Perikanan yang dinilai sudah baik. Namun, persoalan terbesar justru terjadi pada tahap pembelian di SPBU, yang menurutnya paling sering menolak nelayan.

Wardan mendesak pemerintah daerah untuk turun tangan segera. Bila kondisi ini dibiarkan, aktivitas melaut akan semakin terganggu dan perekonomian nelayan semakin terpuruk.

“Kami hanya ingin melaut dengan normal. Pemerintah harus bergerak cepat,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

Nahas! Petasan Meledak Saat Korban Merokok, Kaki Kanan Pemuda Asal Tlanakan Putus
IWO PD Pamekasan Bagi-bagi Takjil, Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama di Bulan Ramadan
Disabet Celurit dari Belakang, Pemuda di Pamekasan Nyaris Tewas
Royal Group Gelar Bukber dan Silaturahmi Bersama Seluruh Unit Usaha, Sekaligus Akad Massal Konsumen Perumahan
Bagikan 2.000 Takjil, Program ABFA BETA SDIT ABFA Pamekasan Jadi Media Edukasi Santri Berbagi
Dandim 0826/Pamekasan Bukber Bareng Insan Pers, Perkuat Sinergitas TNI dan Jurnalis
Ekonomi Pamekasan Tahun 2025 Menguat, Pertumbuhan Capai 5,47 Persen
Cegah Berbagai Penyakit Berbahaya, Bupati Pamekasan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:47 WIB

Nahas! Petasan Meledak Saat Korban Merokok, Kaki Kanan Pemuda Asal Tlanakan Putus

Minggu, 15 Maret 2026 - 10:18 WIB

IWO PD Pamekasan Bagi-bagi Takjil, Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama di Bulan Ramadan

Minggu, 15 Maret 2026 - 06:41 WIB

Disabet Celurit dari Belakang, Pemuda di Pamekasan Nyaris Tewas

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:46 WIB

Bagikan 2.000 Takjil, Program ABFA BETA SDIT ABFA Pamekasan Jadi Media Edukasi Santri Berbagi

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:26 WIB

Dandim 0826/Pamekasan Bukber Bareng Insan Pers, Perkuat Sinergitas TNI dan Jurnalis

Berita Terbaru