Diduga Depresi, Perempuan Paruh Baya Wafat Setelah Melompat ke Dalam Sumur Sedalam 12 Meter

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel kepolisian bersiap mengevakuasi Sutina (55), warga Dusun Duwek Poteh, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean yang wafat setelah melompat ke dalam sumur. (POLSEK PASEAN FOR KLIKMADURA)

Personel kepolisian bersiap mengevakuasi Sutina (55), warga Dusun Duwek Poteh, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean yang wafat setelah melompat ke dalam sumur. (POLSEK PASEAN FOR KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA — Peristiwa tragis kembali terjadi di Kabupaten Pamekasan. Seorang wanita paruh baya bernama Sutina (55), warga Dusun Duwek Poteh, Desa Dempo Barat, Kecamatan Pasean, meninggal dunia setelah melompat ke dalam sumur sedalam 12 meter, Senin (19/1/2026).

Kapolsek Pasean AKP Gunarto mengungkapkan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, keluarga korban mendengar suara ceburan air dari sumur yang berada di belakang rumah.

“Suami korban langsung mendatangi lokasi. Namun, korban sudah berada di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 12 meter,” ujarnya.

Baca juga :  Magang di Klik Madura, Mahasiswi IAIN Madura Dapat Ilmu dan Pengalaman yang Tidak Didapat di Bangku Kuliah

Menurut keterangan pihak keluarga, dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir korban mengalami perubahan perilaku.

Sutina disebut kerap merasa takut bertemu orang lain dan diduga mengalami depresi. Selain itu, korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit lambung.

Proses evakuasi korban berjalan lancar. Namun, pihak kepolisian tetap meminta bantuan BPBD Pamekasan serta Satbrimob Polres Pamekasan.

Hal itu dilakukan karena dikhawatirkan terdapat gas beracun di dalam sumur tersebut.

AKP Gunarto menambahkan, sumur tempat korban menceburkan diri sudah tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Air di dalamnya hanya dimanfaatkan untuk menyiram tanaman karena kondisinya kurang bersih.

Baca juga :  Muhammadiyah Pamekasan Klaim Tanah TK ABA IV Sudah Dibeli, Ahli Waris Bantah Keras

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Pemeriksaan hanya dilakukan secara luar dan keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Dua Saksi Diperiksa Polisi, Kasus Dugaan Pengrusakan Segel TK ABA IV Pamekasan Terus Bergulir
Pembangunan Gedung D RSD Mohammad Noer Pamekasan Mulai Digarap, Target Rampung Tahun Ini
Lapas Narkotika Pamekasan Deteksi Dini TBC, 200 Warga Binaan Jalani Skrining
Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus
Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup
PKKMB Visioner 2026, Ratusan Mahasiswa Baru UIM Didorong Jadi Generasi Berilmu dan Beradab
Perda Pertanggungjawaban APBD Pamekasan Tahun 2025 Resmi Ditetapkan, Sejumlah Catatan Jadi Evaluasi
Harga Tembakau Turun, DPRD Pamekasan Ingatkan Pengusaha Soal BPP

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WIB

Dua Saksi Diperiksa Polisi, Kasus Dugaan Pengrusakan Segel TK ABA IV Pamekasan Terus Bergulir

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Pembangunan Gedung D RSD Mohammad Noer Pamekasan Mulai Digarap, Target Rampung Tahun Ini

Rabu, 9 September 2026 - 13:42 WIB

Lapas Narkotika Pamekasan Deteksi Dini TBC, 200 Warga Binaan Jalani Skrining

Rabu, 9 September 2026 - 13:18 WIB

Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus

Selasa, 8 September 2026 - 10:39 WIB

Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup

Berita Terbaru