Disdikbud Pamekasan Matangkan SPMB, SMPN Favorit Tetap Dibanjiri Peminat

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMPN 1 Pamekasan hendak masuk ruang kelas. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Siswa SMPN 1 Pamekasan hendak masuk ruang kelas. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pamekasan dipastikan berjalan matang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat mulai menggodok persiapan sejak Februari, terutama penyusunan petunjuk teknis (juknis).

Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Pamekasan, Ridwan, mengungkapkan bahwa secara umum jalur penerimaan tidak mengalami perubahan signifikan. Skema masih mengacu pada tahun sebelumnya, yakni jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili.

Namun, ada tambahan syarat pada jalur prestasi. Calon peserta didik diwajibkan melampirkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Baca juga :  Kadisdikbud Pamekasan: Update Informasi Seputar Madura, Klik Saja Klik Madura

“Secara umum sama, hanya ada penguatan di jalur prestasi dengan syarat TKA,” ujarnya.

Dari sisi daya tampung, sekolah-sekolah besar masih mempertahankan kuota. SMPN 1 Pamekasan dan SMPN 2 Pamekasan masing-masing tetap membuka 10 rombongan belajar (rombel). Sementara itu, SMPN 2 Palengaan mendapat tambahan satu rombel menjadi tiga rombel.

Ridwan menambahkan, tahapan SPMB direncanakan dimulai pada Juni 2026. Penentuan waktu tersebut mempertimbangkan agar tidak terjadi jeda panjang dengan awal tahun ajaran baru 2026/2027.

“Pelaksanaan masih dimatangkan melalui rapat internal dan akan dilaporkan ke pimpinan. Sejauh ini tidak ada kendala berarti,” katanya.

Baca juga :  Kenalkan Sosok Rasulullah Sejak Dini, TK Muslimat NU Gelar Maulid Nabi 

Di tingkat sekolah, kesiapan juga mulai dimantapkan. Kepala SMPN 1 Pamekasan, Jamil, menegaskan pihaknya akan mengikuti penuh regulasi yang ditetapkan Disdikbud.

Biasanya, kata dia, aturan teknis mulai disosialisasikan pada Mei. Untuk kuota, sekolahnya tetap membuka 10 rombel dengan masing-masing 32 siswa.

“Setiap tahun selalu terpenuhi. Karena peminatnya tinggi, seleksi tetap dilakukan dan ada yang tidak lolos,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

21,7 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Berikut Daftar Merek yang Beredar di Madura
CV Raya Ilmi Menang Lelang Proyek Puskesmas Bulhaj Rp3,9 Miliar, DPRD Siapkan Pengawasan Ketat
Meski Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Pamekasan Beri Catatan Keras kepada Eksekutif
AJP Gelar Sarasehan Literasi, Kaji Buku “Pamekasan Mencari Identitas” Bersama Akademisi dan Anggota DPR RI
Tangani 36 Pasien HIV dan IMS, Puskesmas Larangan Buka Poli Sakinah untuk Lawan Stigma
Penutupan Harkopnas Berlangsung Meriah, 15 Ribu Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Polres Pamekasan Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Rp7,8 Miliar 
Kisah Satrio, Bocah Kelas 6 SD di Pamekasan Nyambi Jualan Kacang Rebus Demi Meringankan Beban Orang Tua

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:44 WIB

21,7 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Berikut Daftar Merek yang Beredar di Madura

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:11 WIB

CV Raya Ilmi Menang Lelang Proyek Puskesmas Bulhaj Rp3,9 Miliar, DPRD Siapkan Pengawasan Ketat

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:38 WIB

Meski Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Pamekasan Beri Catatan Keras kepada Eksekutif

Senin, 27 Juli 2026 - 08:59 WIB

AJP Gelar Sarasehan Literasi, Kaji Buku “Pamekasan Mencari Identitas” Bersama Akademisi dan Anggota DPR RI

Senin, 27 Juli 2026 - 08:26 WIB

Tangani 36 Pasien HIV dan IMS, Puskesmas Larangan Buka Poli Sakinah untuk Lawan Stigma

Berita Terbaru