Dokter Spesialis Anak RSUD SMART Pamekasan Ungkap Rahasia Imun Anak Kuat dan Tak Mudah Terserang Penyakit

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Novel Widya Saputra. (ISTIMEWA)

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Novel Widya Saputra. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Daya tahan tubuh anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Sistem imun mereka masih dalam tahap pertumbuhan sehingga membutuhkan perhatian khusus dari orang tua, terutama dalam hal asupan gizi harian.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Novel Widya Saputra, membagikan sejumlah tips agar anak tidak gampang sakit. Menurutnya, kunci utama menjaga imun anak adalah memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi secara seimbang.

Ia menegaskan, makanan pokok yang mengandung karbohidrat seperti nasi tetap harus ada dalam menu harian anak. Selain itu, asupan protein juga wajib diperhatikan, terutama protein hewani seperti daging sapi, kambing, ayam, dan telur.

Baca juga :  Dua Proyek Irigasi Kelilingi Satu Sawah, LIRA Pertanyakan Manfaat P3-TGAI di Sampang

“Protein nabati seperti tempe dan tahu boleh diberikan, tapi kualitasnya memang tidak sebaik protein hewani,” ujarnya.

Tak hanya itu, dr. Novel juga mengingatkan pentingnya lemak dalam masa pertumbuhan anak. Lemak dibutuhkan untuk menunjang perkembangan otak dan pembentukan hormon, termasuk hormon seksual saat anak memasuki masa baligh.

Ia mencontohkan makanan berkuah santan atau berminyak seperti soto, rawon, maupun bakso masih baik dikonsumsi anak dalam porsi yang wajar.

“Kalau hanya kuah bening, memang bikin kenyang, tapi kandungan gizinya minim. Lemak justru penting untuk tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Baca juga :  Irjen PKP Laporkan Dugaan Korupsi Program BSPS di Bangkalan ke KPK

Namun, pemberian sayur juga perlu disesuaikan dengan usia. Untuk anak di bawah dua tahun, konsumsi sayur tidak perlu berlebihan karena dikhawatirkan dapat mengganggu penyerapan zat gizi tertentu, termasuk lemak yang sangat dibutuhkan pada fase tersebut.

Menariknya, dr. Novel menambahkan bahwa kolesterol pada anak bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Justru, dalam batas normal, kolesterol berfungsi sebagai zat pembangun otak dan hormon seksual.

“Kolesterol itu tetap dibutuhkan anak untuk pertumbuhan. Yang penting sesuai kebutuhan dan seimbang. Untuk lebih detail, orang tua bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak,” pungkasnya. (enk/nda)

Baca juga :  Disdikbud Pamekasan Tetapkan Empat Rayon SPMB SMP Jalur Domisili

Berita Terkait

CV Firma Jaya Ditunjuk Jadi Konsultan Pengawasan Proyek Puskesmas Bulhaj
CV Raya Ilmi Menangkan Tender Puskesmas Bulangan Haji, Proyek Rp4,9 Miliar Ditarget Rampung 130 Hari
Bakal Panggil OPD Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Kholilurrahman: Barangkali Ada Celah untuk Menyelamatkan
Kepala Desa Tiga Kabupaten Adu Skill, PKDI Cup II 2026 Dihelat di SGMRP
Pererat Sinergi, BSN Silaturahmi dengan Mitra Haji dan KBIHU se-Kabupaten Pamekasan
Puluhan Warga Pamekasan Terjangkit HIV/AIDS, MUI Dorong Regulasi Khusus dan Gerakan Kolektif Pencegahan
Kejari Pamekasan Geledah Kantor Setda, Satu Boks Dokumen Proyek Jalan Diamankan
Ketua DPRD Pamekasan Dukung Kejari Usut Dugaan Korupsi Jalan Bulangan Barat

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:21 WIB

CV Firma Jaya Ditunjuk Jadi Konsultan Pengawasan Proyek Puskesmas Bulhaj

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:31 WIB

CV Raya Ilmi Menangkan Tender Puskesmas Bulangan Haji, Proyek Rp4,9 Miliar Ditarget Rampung 130 Hari

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:16 WIB

Bakal Panggil OPD Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Kholilurrahman: Barangkali Ada Celah untuk Menyelamatkan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:32 WIB

Pererat Sinergi, BSN Silaturahmi dengan Mitra Haji dan KBIHU se-Kabupaten Pamekasan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Puluhan Warga Pamekasan Terjangkit HIV/AIDS, MUI Dorong Regulasi Khusus dan Gerakan Kolektif Pencegahan

Berita Terbaru