BANGKALAN || KLIKMADURA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-12 melalui Grand Opening & Panggung Gembira di halaman FKIP UTM, Selasa (12/5/2026).
Suasana kampus berlangsung meriah sejak pagi. Ratusan civitas akademika memadati lokasi kegiatan yang dikemas penuh semangat kolaborasi dan nuansa budaya Madura.
Acara tersebut dihadiri Polres Bangkalan, Wakil Rektor 1 dan 3 UTM, jajaran pimpinan FKIP, hingga mahasiswa UTM, khususnya keluarga besar FKIP.
Rangkaian pembukaan Dies Natalis diisi berbagai kegiatan menarik. Mulai Jalan-Jalan Sehat (JJS) berhadiah, pameran media pembelajaran, hingga hiburan musik daul Lanceng Torajeh yang menyedot perhatian peserta.
Dalam sambutannya, Gubernur FKIP UTM mengajak seluruh calon pendidik meneladani filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara.
“Filosofi ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani harus menjadi napas kita. Di usia FKIP ke-12 ini, mari menjadi guru yang memberi teladan, membangkitkan semangat, dan mendorong murid dari belakang,” tegasnya.
Dia menekankan bahwa Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum lahirnya guru-guru pejuang pendidikan yang dekat dengan realitas masyarakat.
Sementara itu, Dekan FKIP UTM Dr. Badrud Tamam, S.Si., M.Pd menyoroti tantangan besar dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI.
“Dari era kapur tulis sampai era AI, guru dituntut adaptif. Tantangan hari ini adalah mendidik generasi digital tanpa kehilangan ruh karakter dan budaya,” ujarnya.
Menurutnya, FKIP UTM harus terus berkembang menjadi kawah candradimuka bagi calon guru yang tangguh menghadapi perubahan zaman.
“Semoga di usia ke-12 ini FKIP semakin maju, bermutu, dan melahirkan lulusan yang siap mengabdi untuk Madura dan Indonesia,” tambahnya.
Wakil Rektor 3 UTM, Surokim yang hadir dalam kegiatan tersebut juga mengapresiasi perjalanan FKIP selama 12 tahun dalam mencetak tenaga pendidik.
“FKIP adalah jantung UTM. Dies Natalis ini harus menjadi pemantik inovasi pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kehadiran Polres Bangkalan dalam kegiatan itu menjadi simbol dukungan terhadap terciptanya lingkungan akademik yang aman dan kondusif. (fit/nda)













