Dari Bedah Buku ke Petisi, Karang Taruna dan Rektor Se-Madura Dorong Madura Jadi Provinsi

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini mewakili Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman menyampaikan sambutan. (KLIKMADURA)

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini mewakili Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman menyampaikan sambutan. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Karang Taruna se-Madura bersama Klik Madura menggelar bedah buku Merajut Mimpi Madura Provinsi karya Prengki Wirananda, Senin (16/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Odaita Pamekasan itu sekaligus penandatanganan petisi dukungan Madura menjadi provinsi bersama para rektor se-Madura.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan, Moh. Faridi menyampaikan, pembahasan tentang Madura memiliki momentum panjang dan tidak sebatas isu pemerintahan, gerakan sosial, maupun identitas pulau dan suku.

Menurutnya, berbicara tentang Madura berarti membahas sesuatu yang luas dan tidak terbatas. Jika ditarik ke belakang dalam konteks sejarah, Madura memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa.

Baca juga :  Teken MoU dengan Kejati Jatim, Bupati Fauzi Tegaskan Sumenep Siap Jadi Contoh Penerapan Restorative Justice

“Berbicara soal Madura adalah berbicara soal yang tak terbatas. Jika flasback dalam konteks sejarah, bahwa Indonesia dibangun konstitusinya dari pulau Madura.” Katanya

Faridi menilai, meskipun tanpa keterlibatan Karang Taruna, wacana Madura sebagai provinsi tetap akan berjalan. Namun, ia menegaskan bahwa akan menjadi naif apabila perjuangan tersebut berjalan lambat karena hanya berkutat di kalangan elite, pemerintah, dan kelompok kultural yang selalu dikaitkan dengan kepentingan politik, sementara generasi muda tidak dilibatkan.

“Perjuangan Madura provinsi sudah berlangsung lama. Sebagai pemuda, kami akan terus mendorong dari bawah, bukan hanya ke atas. Urusan di tingkat atas adalah ranah pemerintah dengan konteks politik yang jelas, sedangkan tugas kami adalah membumikan perjuangan ini di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan Diperiksa Polisi, Terseret Dugaan Pencemaran Nama Baik
Rektor dan seluruh tamu undangan foto bersama usai kegiatan bedah buku dan penandatanganan petisi dukung Madura provinsi. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini, mengungkapkan bahwa upaya menjadikan Madura sebagai provinsi menghadapi berbagai hambatan.

Meski demikian, keinginan masyarakat Madura untuk menentukan nasib sendiri dinilai sebagai langkah menuju peningkatan kesejahteraan.

Ia menyebutkan, berdasarkan berbagai literatur yang dibacanya, Madura sebagai provinsi diyakini mampu menjamin kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat akselerasi pembangunan.

Oleh karena itu, Pemerintah daerah berharap diskusi tentang Madura Provinsi tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berlanjut pada langkah nyata.

Baca juga :  Sakit, Dua Calon Jamaah Haji Asal Pamekasan Gagal Berangkat

“Selama ini belum ada forum yang mampu menyatukan empat bupati se-Madura dalam satu pertemuan. Padahal, pertemuan tersebut penting untuk memperkuat langkah Madura menjadi provinsi. Harus ada pihak yang berinisiatif mempertemukan mereka,” tuturnya.

Sementara, CEO PT Royal Group Madura, Muhammad Mukit, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung para penggerak Madura provinsi.

Menurutnya, dengan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, Madura sudah sangat layak menjadi provinsi.

“Sudah saatnya kita bergandengan tangan. Madura sepantasnya menjadi provinsi,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Berita Terbaru