Berharap Jadi Tuan Rumah Piala Gubeng 2028, PAKAR SAKERA Ajukan Pemagaran Lapangan Karapan Sapi Murtajih

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERIK: Sepasang karapan sapi dipacu di Lapangan Murtajih, Pamekasan saat seleksi Piala Presiden tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. (YUSRIL/KLIK MADURA)

TERIK: Sepasang karapan sapi dipacu di Lapangan Murtajih, Pamekasan saat seleksi Piala Presiden tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. (YUSRIL/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Lapangan karapan sapi Murtajih Pamekasan menjadi tempat penyelenggaraan event karapan sapi tingkat kabupaten. Meski begitu, beberapa fasilitas di lapangan tersebut masih tidak lengkap termasuk pagar tembok.

Ketua Paguyuban Karapan Sapi (Pakar Sakera) Kabupaten Pamekasan, Fahrurrozi, menyampaikan bahwa kondisi lapangan karapan sapi Murtajih cukup memprihatinkan. Sebab, pagar yang seharusnya permanen hingga kini hanya berupa gedeg bambu.

“Jadi, kami meminta dengan hormat kepada Bupati Pamekasan agar di tahun 2026 lapangan ini bisa dipagar,” tegasnya.

Setiap kali diajukan untuk menjadi lokasi event karapan sapi piala presiden, Pamekasan selalu gagal.

Baca juga :  150 SMP di Pamekasan Tak Kebagian Dana BOS Kinerja Terbaik

Hal itu karena tidak adanya pagar sehingga lapangan dianggap tidak layak ditempati event gubeng oleh pemerintah pusat maupun Pemprov Jatim.

Pria yang juga menjabat Kepala Desa Nyalabu Laok Pamekasan itu menegaskan, jika pemagaran lapangan karapan sapi Murtajih terlaksana pada 2026, maka peluang Pamekasan menjadi tuan rumah event gubeng 2028 terbuka.

Dengan begitu, kepercayaan masyarakat karapan sapi terhadap pemerintah daerah semakin kuat.

“Maka dengan itu kami sangat berharap hal ini bisa di-ACC,” ujarnya.

Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman, S.H, M.Si, mengungkapkan sudah bertemu dengan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon untuk membahas karapan sapi, sapi sonok, serta budaya Madura lainnya agar terus dijaga dan dilestarikan.

Baca juga :  Sederhana dan Merakyat, Bupati Pamekasan Nongkrong di Warung Kecil Saat Dampingi Istri Operasi

Namun, terkait pemagaran lapangan, ia meminta agar tidak terburu-buru karena kondisi anggaran.

“Insya Allah dalam waktu lima tahun kami janjikan, karena kalau kondisi seperti sekarang ini masih ada efisiensi anggaran yang daerah juga dituntut untuk mengerti situasi sekarang ini,” katanya.

Kiai Kholil menegaskan, meski begitu dapat dipastikan pada masa pemerintahannya pemagaran akan diusahakan. Kemungkinan waktu tercepat pelaksanaan pemagaran adalah dua tahun lagi.

“Barangkali bisa, semua akan kami usahakan. Yang terpenting saya secara pribadi sangat senang apabila bisa diakui menjadi bagian dari masyarakat ataupun komunitas karapan sapi atau sapi sonok di Pamekasan,” pungkasnya. (enk/nda)

Baca juga :  Mahfud MD Orasi Kebangsaan di Pamekasan, Tekankan Penegakan Hukum sebagai Fondasi Bangsa

Berita Terkait

Meski Ada Upaya Damai, Polres Pamekasan Tancap Gas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Lora
ASN Pamekasan WFH Setiap Jumat, Bupati Tekankan Efisiensi dan Perubahan Budaya Kerja
Berangkat Ngantor Naik Sepeda, Kadisdikbud Pamekasan Ajak ASN Hemat BBM Sekaligus Jaga Kebugaran
Bocah 5 Tahun di Kecamatan Pasean Tewas Diserang Monyet Peliharaan, Polisi Selidiki Pemilik
Keterangan Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Berbeda dari BAP, Kuasa Hukum Korban Berharap Hukuman Seumur Hidup
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Pamekasan Siapkan Edaran Hemat BBM
SPPG Yayasan As-Salman Ditutup BGN, Ribuan Siswa di Pamekasan Belum Terima MBG
Setahun Jabatan Bupati-Wabup, Ketua Dewan Minta Fokus Reformasi Birokrasi dan Kurangi Seremonial

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 12:03 WIB

Meski Ada Upaya Damai, Polres Pamekasan Tancap Gas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Oknum Lora

Kamis, 2 April 2026 - 08:41 WIB

ASN Pamekasan WFH Setiap Jumat, Bupati Tekankan Efisiensi dan Perubahan Budaya Kerja

Kamis, 2 April 2026 - 05:29 WIB

Bocah 5 Tahun di Kecamatan Pasean Tewas Diserang Monyet Peliharaan, Polisi Selidiki Pemilik

Rabu, 1 April 2026 - 13:32 WIB

Keterangan Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Berbeda dari BAP, Kuasa Hukum Korban Berharap Hukuman Seumur Hidup

Rabu, 1 April 2026 - 12:31 WIB

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Pamekasan Siapkan Edaran Hemat BBM

Berita Terbaru

Opini

Fikrah Lingkungan untuk Sumenep Berkelanjutan

Sabtu, 4 Apr 2026 - 02:03 WIB

Opini

Trump, Tuan yang Mahasyahwat

Jumat, 3 Apr 2026 - 07:17 WIB