Pemikiran Filsafat Islam Modern Tentang Self Direction untuk Menjawab Tantangan Modernitas

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Farhan Afriza, Mahasiswa Institut Bahri Asyiq.

****

MODERNITAS telah membawa perubahan besar dalam cara berpikir, struktur sosial, dan sistem nilai masyarakat global sehingga menjadikan dunia terbentuk serba cepat dan pragmatis.

Hal itu bisa terjadi karena disebabkan adanya rasionalitas instrumental, kemajuan teknologi, sekularisasi, serta dominasi sains modern.

Dalam situasi ini, umat Islam menghadapi tantangan penting: mempertahankan identitas keislaman tanpa terjebak pada penolakan total terhadap modernitas atau justru kehilangan arah karena taklid buta. Di sinilah pemikiran filsafat Islam modern dengan pendekatan self direction menjadi relevan.

Self direction dalam filsafat Islam modern merujuk pada kesadaran intelektual dan moral umat Islam untuk menentukan arah berpikir dan bertindak secara mandiri, berlandaskan nilai-nilai Islam serta tetap terbuka terhadap realitas zaman.

Baca juga :  Fikrah Lingkungan untuk Sumenep Berkelanjutan

Pendekatan ini menolak sikap pasif, baik berupa ketergantungan pada otoritas lama yang tidak kontekstual maupun penerimaan tanpa kritik terhadap nilai-nilai modern yang bertentangan dengan etika dan spiritualitas Islam.

Realitas menunjukkan bahwa problem modern tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga moral dan filosofis, seperti krisis makna hidup, degradasi etika, ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, dan alienasi manusia akibat teknologi digital.

Modernitas sering berhasil secara teknis, namun gagal menyediakan fondasi nilai yang kokoh. Karena itu, filsafat Islam modern perlu berfungsi sebagai kerangka berpikir aktif yang mendorong umat Islam merespons realitas secara kritis.

Baca juga :  Terobosan Bea Cukai Madura untuk Masa Depan Industri Legal

Pendekatan self direction mengajak umat Islam kembali kepada al-Qur’an, sunnah, dan tradisi intelektual Islam melalui pembacaan yang kontekstual dan reflektif.

Teks agama tidak dipahami secara kaku dan ahistoris, tetapi diposisikan sebagai sumber nilai yang mampu berdialog dengan persoalan kontemporer seperti bioetika, kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan pluralisme budaya.

Dalam praktiknya, pemikiran filsafat Islam modern berbasis self direction menuntut keberanian melakukan ijtihad yang bertanggung jawab, tidak hanya dalam ranah hukum, tetapi juga filosofis, guna memahami tujuan dan nilai ajaran Islam secara relevan.

Baca juga :  Madura Akhirnya Punya Fakultas Kedokteran, UTM Kantongi Izin Resmi dari Pemerintah

Dengan demikian, Islam hadir sebagai petunjuk yang mengarahkan modernitas agar tetap berpihak pada kemanusiaan.

Selain itu, self direction memiliki dimensi sosial dan pendidikan, terutama di tengah arus informasi global. Kemandirian berpikir diperlukan agar umat Islam tidak mudah terjebak hoaks, scam, atau liberalisme tanpa batas.

Di sinilah filsafat Islam modern memiliki peran dalam membentuk pola pikir kritis, dialogis, dan bertanggung jawab, sehingga umat Islam mampu berpartisipasi aktif dalam ruang publik global tanpa kehilangan nilai spiritual dan moralnya. (*)

Berita Terkait

Prabowo dan Komisi 1 DPRD Sumenep
Sangkakala Demokrasi dan Absurditas Kekuasaan
Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo
Dari Politik Kekuasaan Menuju Politik Perubahan
Menata Hati, Meniti Hari-hari
Bulan Bung Karno dan Penguatan Wawasan Kebangsaan
Digdaya NU: Ikhtiar Besar Menghadapi Era Digital
Keterbatasan Anggaran Jadi Tantangan Pemerintahan dan Realisasi Program di Pamekasan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 00:13 WIB

Prabowo dan Komisi 1 DPRD Sumenep

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:12 WIB

Sangkakala Demokrasi dan Absurditas Kekuasaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:19 WIB

Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo

Minggu, 14 Juni 2026 - 03:37 WIB

Dari Politik Kekuasaan Menuju Politik Perubahan

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:01 WIB

Menata Hati, Meniti Hari-hari

Berita Terbaru