KAHMI Eropa Sangat Menyayangkan Kemenkop UKM Larang Warung Madura Buka 24 Jam

- Jurnalis

Sabtu, 27 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EROPA || KLIKMADURA – Larangan warung Madura buka 24 jam tuai polemik. Berbagai elemen masyarakat mengomentari kebijakan tersebut.

Salah satunya, Choirul Anam selaku Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Eropa.

Choirul Anam sangat menyayangkan statemen terkait himbauan Kemenkop UKM agar warung Madura tidak buka 24 jam itu.

Menurut dia, seharusnya.pemerintah mengakomodir social cultural di masyarakat sebagai bagian kearifan lokal dalam membuat kebijakan.

“Bukan kemudian menghambat atau mematikan usaha kecil seperti warung Madura,” ujar Anam melalui keterangan tertulis.

Dalam teori kebijakan publik, pembuat kebijakan harusnya melihat apa yang menjadi budaya sebagai bagian dari input policy. Tujuannya, agar tidak berbenturan dengan budaya yang sudah berkembang.

Baca juga :  Dukung Warung Madura, Ketua DPRD Pamekasan Sayangkan Himbauan Kemenkop Larang Buka 24 Jam

“Warung Madura memang sejak dulu buka 24 jam dan perda sudah ada sejak 2018 kenapa baru dipermasalahkan sekarang” lanjut alumni PhD Charles University di Ceko itu.

Doktor public policy ini menjelaskan, dalam pembuatan kebijakan, perlu adanya mendengarkan public interest.

Bahkan, pemerintah harus memformulasikan public interest secara hati-hati dan memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

Jika masyarakat Madura memiliki budaya membuka warung 24 jam penuh, seharusnya pemerintah mengakomodir dalam kebijakan, bukan terus menutup atau menentangnya.

Sepanjang, memang tidak mengganggu kepentingan publik dan keamanan daerahnya.

Baca juga :  Di Hadapan Ratusan Pelaku Wisata Jawa Timur, Akademisi Ini Beberkan Potensi Wisata Madura

Anam menyatakan, perlu adanya diskusi bersama sebelum pemerintah membuat statement yang justru dapat meresahkan masyarakat.

Jangan sampai, statemen itu justru kontra produktif atas suatu kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah.

Pemuda asal Bangkalan itu menyampaikan, tujuan paling utama kebijakan publik adalah kesejahteraan masyarakat.

Jika warung Madura buka 24 jam bisa mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, seharusnya perlu diakomodir bukan ditutup atau dihambat perkembangannya.

“Pemerintah harus bijak dalam membuat kebijakan. Asymmetric policy itu tentang penyesuaian kebijakan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat atau kalau di Indonesia dikenal sebagai kearifan lokal,” katanya.

Baca juga :  PPP Gagal Masuk Senayan, Ansari Gusur Baidowi Dari Kursi DPR RI Dapil Madura

“Bukan kemudian tendensius menyebutkan istilah yang justru terkesan rasialis dan menyinggung ke-Bhinneka Tunggal Ika-an” tutup peneliti berdarah Madura itu. (*/diend)

Berita Terkait

MKD DPR RI Panggil Aboe Bakar PKS, Buntut Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika 
Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika, Aboe Bakar PKS Akhirnya Minta Maaf
Imigrasi Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Keimigrasian Dipastikan Tetap Normal
Dirjen Imigrasi Baru Ditantang Tingkatkan Layanan, Staf Ahli Jadi “Radar” Kebijakan Menteri
Menteri Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian
Layanan Imigrasi Tutup Sementara Saat Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Masyarakat Diminta Urus Dokumen Sebelum 17 Maret
Imigrasi Siaga Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah, Overstay WNA Digratiskan
MUI Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Ali Khamanei, Serukan Penghentian Eskalasi Militer

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 00:43 WIB

MKD DPR RI Panggil Aboe Bakar PKS, Buntut Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika 

Sabtu, 11 April 2026 - 00:08 WIB

Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika, Aboe Bakar PKS Akhirnya Minta Maaf

Jumat, 10 April 2026 - 07:22 WIB

Imigrasi Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Keimigrasian Dipastikan Tetap Normal

Rabu, 1 April 2026 - 11:15 WIB

Dirjen Imigrasi Baru Ditantang Tingkatkan Layanan, Staf Ahli Jadi “Radar” Kebijakan Menteri

Rabu, 1 April 2026 - 11:11 WIB

Menteri Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian

Berita Terbaru

Opini

Tak Ada Herder di Bibir Penguasa

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:12 WIB