Pasca Massa Bakar Waterpark, Polres Sumenep Terjunkan 1 Kompi Brimob ke Kangean

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Polres Sumenep. (DOK. KLIKMADURA)

Kantor Polres Sumenep. (DOK. KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Suasana mencekam di Pulau Kangean perlahan mulai terkendali. Setelah aksi amuk massa yang dipicu penangkapan enam nelayan, Polres Sumenep menurunkan satu kompi Brimob untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Langkah cepat ini menjadi upaya serius kepolisian agar keamanan di kepulauan paling ujung Sumenep itu segera pulih dan aktivitas warga kembali normal.

Sebanyak 67 personel Brimob diterjunkan ke Kecamatan Arjasa, Kangean, untuk memperkuat pengamanan pascainsiden.

Kapolres Sumenep AKBP Rivanda menyebut, pengerahan pasukan tersebut bertujuan menenangkan situasi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

“Kehadiran Brimob di Pulau Kangean harapannya mampu membantu menciptakan kembali situasi yang aman dan kondusif setelah terjadinya kemarahan warga,” ujar Rivanda di Sumenep, Rabu malam (5/11/2025).

Baca juga :  Kejari Sumenep Resmi Tetapkan Mantan Direktur Operasional PT Sumekar sebagai DPO

Ia menegaskan, seluruh personel di lapangan diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesionalitas tinggi, serta menghindari sikap arogan yang dapat memperkeruh keadaan.

Sebelumnya, ratusan warga Kangean mendatangi Polsek Kangean pada Selasa malam (4/11/2025) usai mendengar kabar enam nelayan ditangkap polisi.

Penangkapan itu diduga terjadi karena para nelayan membawa senjata tajam dan petasan saat berupaya menghalau kapal yang melakukan survei seismik di perairan setempat.

Seorang warga, Hasan Basri, mengatakan bahwa kabar penangkapan tersebut langsung memicu kemarahan warga.

“Warga spontan datang karena mendengar nelayan kami ditangkap, mereka ingin tahu kebenarannya,” ungkap Hasan.

Baca juga :  Tangkap Ikan Pakai Trawl dan Dituduh Rusak Rumpon, Nelayan Branta Tinggi Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 30 Juta

Menurut keterangan warga, semula situasi sempat reda setelah polisi menjelaskan bahwa keenam nelayan sudah dibebaskan. Namun, tidak lama kemudian massa kembali bergerak tanpa komando menuju asrama dan waterpark di wilayah Arjasa yang diketahui ditempati kontraktor Kangean Energy Indonesia (KEI) — perusahaan migas yang sedang melakukan uji seismik di Kangean.

Bangunan tersebut akhirnya dirusak dan dibakar massa. Kaca pecah berserakan, bagian depan bangunan hangus terbakar, sementara api menjalar ke beberapa ruangan. Beruntung, saat kejadian lokasi itu dalam keadaan kosong.

“Orang di kampung sini sudah resah dari dulu karena aktivitas seismik ini. Jadi begitu dengar ada yang ditangkap, semua langsung tersulut,” tambah Hasan.

Baca juga :  Anggota DPRD Sumenep Sebut Eksekutif Lalai Bayar Pajak Kendaraan

Hingga Kamis pagi (6/11/2025), kondisi Kangean mulai berangsur tenang setelah kehadiran pasukan Brimob. Aparat gabungan dari Polres Sumenep dan Polsek setempat terus melakukan patroli rutin di sejumlah titik rawan.

Kepolisian berharap, masyarakat tidak lagi terprovokasi isu-isu liar dan tetap menjaga situasi tetap damai. Upaya komunikasi dengan tokoh masyarakat juga terus dilakukan agar gejolak serupa tidak terulang. (nda)

Berita Terkait

Berkat Sentuhan OJK, Pelaku UMKM Makin Cakap Kelola Keuangan dan Mampu Buka Lapangan Pekerjaan
Layani 534 Calon Jamaah Haji, Imigrasi Pamekasan Jemput Bola Urus Paspor Elektronik di Sumenep
Hadapi Derasnya Arus Informasi, SMSI Sumenep Bekali Puluhan Guru Ilmu Jurnalistik
Temmo Kerrong, Merajut Sinergi Pariwisata Empat Kabupaten di Madura
Diduga Cabuli Siswi, Oknum Guru di Kangean Dilaporkan ke Polisi
Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal
Toko Kelontong Bangselok Kedapatan Simpan Puluhan Botol Miras, Satresnarkoba Sumenep Turun Tangan
Warga Temukan Mayat di Pinggir Pantai Pakandangan Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 06:56 WIB

Berkat Sentuhan OJK, Pelaku UMKM Makin Cakap Kelola Keuangan dan Mampu Buka Lapangan Pekerjaan

Senin, 28 September 2026 - 04:42 WIB

Layani 534 Calon Jamaah Haji, Imigrasi Pamekasan Jemput Bola Urus Paspor Elektronik di Sumenep

Sabtu, 26 September 2026 - 11:04 WIB

Hadapi Derasnya Arus Informasi, SMSI Sumenep Bekali Puluhan Guru Ilmu Jurnalistik

Sabtu, 26 September 2026 - 03:33 WIB

Temmo Kerrong, Merajut Sinergi Pariwisata Empat Kabupaten di Madura

Jumat, 25 September 2026 - 08:35 WIB

Diduga Cabuli Siswi, Oknum Guru di Kangean Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru