Viral Diduga Tolak Pasien, Puskesmas Camplong Akhirnya Buka Suara

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puskesmas Camplong, drg. Siti Hurin Ain. (KLIKMADURA)

Kepala Puskesmas Camplong, drg. Siti Hurin Ain. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Isu dugaan penolakan pasien di Puskesmas Camplong, Kabupaten Sampang, viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat (24/10/2025) dan memantik reaksi masyarakat. Pihak Puskesmas pun akhirnya buka suara.

Kepala Puskesmas Camplong, drg. Siti Hurin Ain menegaskan, tidak ada unsur kesengajaan ataupun niat dari petugas untuk menolak pasien yang datang. Ia memastikan, pelayanan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Saya tidak membenarkan petugas dianggap menolak pasien. Tidak ada niatan kami untuk menolak. Saya sudah melihat rekaman CCTV dan menanyakan langsung kronologinya kepada petugas,” jelasnya, Senin (27/10/2025).

Menurut penjelasannya, pasien datang sekitar pukul 10.40 WIB. Padahal, jam pelayanan loket di Puskesmas Camplong berakhir pukul 11.00 WIB pada hari biasa dan pukul 10.00 WIB saat Jumat.

Baca juga :  Dalami Peran Media Dalam Pengamanan Pilkada 2024, Mahasiswa Unesa Kunjungi Klik Madura

“Pasien datang ketika jam pelayanan loket sudah tutup, dan saat itu hanya melayani pasien yang sudah terdaftar di rawat jalan,” ungkapnya.

drg. Hurin Ain juga menguraikan bahwa sebagian petugas sedang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mempersiapkan rujukan pasien.

Sedangkan petugas lain, tengah menyiapkan mobil ambulans.  petugas loket saat itu berada di ruang administrasi untuk menyusun laporan RL (Rekam Laporan).

“Petugas memang sedang berada di ruang UGD untuk persiapan rujukan. Petugas lainnya berada di luar mempersiapkan ambulans, dan petugas loket sedang membuat laporan RL,” terangnya.

Baca juga :  33 Jabatan di Lingkungan Pemkab Sampang Alami Kekosongan, 5 Di Antaranya Eselon II

Ia menambahkan, ibu pasien sempat datang ke ruang laboratorium dan menyampaikan ingin memeriksakan anaknya, namun tidak menjelaskan gejala yang dialami.

Karena anak tersebut terlihat masih bisa berjalan normal, petugas mengira pasien datang untuk layanan poli umum.

“Ibu pasien tanya ke petugas Lab, tapi tidak mengatakan gejalanya. Karena anaknya terlihat masih berjalan normal, petugas mengira hendak ke Poli, sehingga menyarankan untuk datang kembali keesokan harinya,” ujarnya.

Meski demikian, drg. Hurin Ain mengakui adanya kesalahpahaman komunikasi antara petugas dan keluarga pasien. Setelah mengetahui kabar viral tersebut, pihaknya mencoba menghubungi pihak pasien untuk dirawat.

Baca juga :  Berkunjung ke Kantor Klik Madura, Bunda Zaenab: Keren!!

“Saya menerima kiriman rekaman dari rekan jurnalis atas nama Rosi terkait keluhan ibu pasien yang mengatakan ditolak saat hendak periksa anaknya. Saya langsung menyampaikan kepada rekan Rosi agar pihak pasien segera membawa kembali anaknya untuk segera dirawat, karena informasinya anak tersebut mengalami muntah-muntah, Namun konfirmasi ulang dari Rosi, bahwa pihak pasien menolak,” katanya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Puskesmas Camplong akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan koordinasi pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami akan melakukan evaluasi terhadap seluruh pelayanan agar ke depan Puskesmas Camplong bisa memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya. (san/nda)

Berita Terkait

Pemkab Sampang Tegaskan Pertamini Dilarang Jual BBM Subsidi, Pengawasan Distribusi Diperketat
Beli BBM Subsidi Pakai Jeriken Tak Melanggar, Asal Kantongi Surat Rekomendasi
Sekda Sampang Segera Pensiun, Publik Desak Pemkab Siapkan Pengganti Tanpa Celah Kekosongan Jabatan
Dendam Kesumat Berujung Pembacokan, Warga Kedungdung Sampang Alami Luka Serius
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sampang: Kritik Publik Jadi Energi Berbenah, Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri
Puluhan Dapur MBG di Sampang Diduga Belum Bayar Pajak Air Tanah, Satgas Lempar Tanggung Jawab, Dinpendaloka Bungkam
Kuota SD Sekolah Rakyat di Sampang Tak Terpenuhi, Orang Tua Ragu Lepas Anak Tinggal di Asrama
Mayoritas Dapur MBG di Sampang Belum Bersertifikat Halal, Pemkab Sebut Terkendala Tak Ada RPU Halal

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:03 WIB

Pemkab Sampang Tegaskan Pertamini Dilarang Jual BBM Subsidi, Pengawasan Distribusi Diperketat

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:58 WIB

Beli BBM Subsidi Pakai Jeriken Tak Melanggar, Asal Kantongi Surat Rekomendasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 04:29 WIB

Sekda Sampang Segera Pensiun, Publik Desak Pemkab Siapkan Pengganti Tanpa Celah Kekosongan Jabatan

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:37 WIB

Dendam Kesumat Berujung Pembacokan, Warga Kedungdung Sampang Alami Luka Serius

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:32 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sampang: Kritik Publik Jadi Energi Berbenah, Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri

Berita Terbaru