PAD Diduga Bocor, Komisi II DPRD Pamekasan Desak Digitalisasi Retribusi Pasar Kolpajung

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi. (DOK. KLIKMADURA)

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Komisi II DPRD Kabupaten Pamekasan mendorong agar sistem penarikan retribusi di Pasar Kolpajung segera beralih ke sistem digital. Dorongan ini muncul setelah dua tahun berturut-turut Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tak kunjung mencapai target.

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Faridi, menilai ada indikasi kebocoran pada sistem manual yang masih diterapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Ia menegaskan, selama tidak ada ketegasan terhadap oknum yang bermain di lapangan, capaian PAD dari retribusi pasar sulit maksimal.

Baca juga :  Diduga Selingkuhi Istri Orang, Pria 32 Tahun Asal Sokobanah, Sampang Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan

“Dua tahun terakhir PAD dari retribusi pasar Kolpajung tidak tercapai. Kalau oknum-oknum ini tidak diberi punishment, maka penarikan retribusi tidak akan maksimal,” ujar Faridi, Selasa (7/10/2025).

Politisi PKB itu juga mempertanyakan ketidaksesuaian antara kenaikan total PAD daerah dengan capaian sektor pasar. Dalam perubahan APBD, PAD Pamekasan naik dari Rp350 miliar menjadi Rp375 miliar, namun kontribusi pasar justru tak mengalami peningkatan.

“Kami justru curiga ketika PAD pasar tidak mencapai target. Lalu apa kontribusi pasar terhadap PAD kita?” ungkapnya.

Faridi menambahkan, Komisi II telah berulang kali memberikan rekomendasi agar sistem manual segera diganti dengan sistem digital berbasis QRIS atau barcode. Menurutnya, langkah itu merupakan solusi konkret untuk menutup celah kebocoran dan memastikan pembayaran retribusi lebih transparan.

Baca juga :  Kampanye Akbar Paslon AMIN di Pamekasan Terancam Gagal, Dua Tempat Tak Diizinkan

“Kita meminta kepada Disperindag agar setiap pedagang menggunakan sistem barcode dalam pembayaran seperti QRIS. Dengan begitu bisa diketahui siapa yang sudah bayar dan siapa yang belum,” tuturnya.

Ia berharap penerapan digitalisasi ini tidak hanya mendorong peningkatan PAD, tetapi juga menjadi pijakan awal menuju transformasi ekonomi daerah yang lebih modern.

“Kami ingin Pamekasan menjadi wilayah industrialisasi yang mampu menarik pengusaha besar. Pemerintah harus memfasilitasi masyarakat demi kesejahteraan bersama,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

BK DPRD Pamekasan Dalami Dugaan Tindak Asusila dan Pesta Miras 
Dugaan Asusila dan Pesta Miras Oknum DPRD Pamekasan Diadukan ke BK
Usai Dilantik, KONI Pamekasan Fokus Perbaikan Sarpras Cabor
PT. Pegadaian Syariah Madura Tingkatkan Sinergitas dan Kolaborasi Bersama Disdikbud Pamekasan 
Konsisten Jalankan Program Jumat Berkah, RSIA Puri Bunda Madura Bagikan Nasi Kotak kepada Abang Becak
Target PAD 2026 Rp360 Miliar, DPRD Pamekasan Dorong OPD Kerja Maksimal
Pengurus KONI Pamekasan Periode 2025-2029 Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Sistem Pembinaan dan Kolaborasi
Aspirasi Warga Diakomodasi, Dirjen Hubla Setujui Redesign Replacement Pelabuhan Sapudi

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 06:32 WIB

BK DPRD Pamekasan Dalami Dugaan Tindak Asusila dan Pesta Miras 

Sabtu, 10 Januari 2026 - 04:36 WIB

Dugaan Asusila dan Pesta Miras Oknum DPRD Pamekasan Diadukan ke BK

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:29 WIB

Usai Dilantik, KONI Pamekasan Fokus Perbaikan Sarpras Cabor

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:35 WIB

Konsisten Jalankan Program Jumat Berkah, RSIA Puri Bunda Madura Bagikan Nasi Kotak kepada Abang Becak

Jumat, 9 Januari 2026 - 03:37 WIB

Target PAD 2026 Rp360 Miliar, DPRD Pamekasan Dorong OPD Kerja Maksimal

Berita Terbaru

Opini

Metamorfosa Kata

Sabtu, 10 Jan 2026 - 01:20 WIB