PLN Nyalakan Mimpi Generasi Emas Pulau Saobi

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah santri terlihat riang gembira di sela-sela mengaji di Musalla Assyarif, Desa / Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep. (PRENGKI WIRANANDA)

Sejumlah santri terlihat riang gembira di sela-sela mengaji di Musalla Assyarif, Desa / Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep. (PRENGKI WIRANANDA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Kendaraan becak motor (bentor) lalu lalang di halaman Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Minggu (18/10/2026). Jarum jam menunjukkan pukul 08.30 WIB. Ombak bergemuruh. Terik mentari mulai menyengat kulit. Sementara, Kapal Express Bahari 3C tampak berlenggak-lenggok mengikuti irama debur ombak.

Kapal berkapasitas 245 penumpang ini akan saya tumpangi menuju Pelabuhan Batu Guluk, Pulau Kangean. Pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Cukir ini memang bukan tujuan utama saya. Tujuan saya berlayar kali ini adalah Pulau Saobi. Salah satu pulau kecil yang secara administrasi masuk Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean. Tapi, tidak ada tempat lain, kapal berkecepatan 18,9 knots atau sekitar 35 kilometer perjam itu hanya bisa berlabuh di pelabuhan tersebut.

Satu persatu penumpang mulai memasukkan barang bawaan ke dalam kapal. Rata-rata, barang-barang tersebut dibungkus kardus. Ada sebagian dibungkus plastik. Pemandangan yang begitu indah itu semakin terasa lengkap dengan gelak tawa anak-anak kecil yang ikut berlayar.

Tepat pukul 09.00 WIB, kapal buatan tahun 2010 itu angkat jangkar, kemudian berlayar menuju pulau habitat asli ayam bekisar. Perjalanan dari Pelabuhan Kalianget menuju Pelabuhan Batu Guluk memerlukan waktu sekitar 4 jam.

Irama musik dangdut menemani sepanjang perjalanan. Ikan-ikan terlihat berkejaran. Sebagian penumpang, terlelap dengan begitu pulas. Ada pula, penumpang yang terlihat sibuk mengabadikan pemandangan laut lepas.

Tanpa terasa, sudah empat jam mengarungi lautan. Kapal bersiap sandar. Sementara dari kejauhan, terlihat pemuda berbadan kecil berada di ujung pelabuhan terbesar di Pulau Kangean itu. Dia adalah Solihin. Seorang pemuda berusia 29 tahun yang akan menemani saya selama berada di Pulau Kangean.

Baca juga :  Hadiri Perayaan HUT ke-80 Bhayangkara, Bupati Fauzi Apresiasi Polres Sumenep Jadi Pilar Penting Jaga Stabilitas Daerah

Kami berdua kemudian menuju Sungai Batu-batu, Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa. Di sungai ini, tersedia jasa penyeberangan menggunakan perahu kecil menuju Pulau Saobi. Waktu tempuh menuju pulau tujuan kami itu kisaran 1 jam.

Setibanya di Pulau Saobi, kami melanjutkan perjalanan menggunakan motor menuju rumah Solihin. Saat laju kendaraan tiba di Dusun Inpres, mata ditakjubkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.

Area Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Inpres, Desa / Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabhpaten Sumenep. (PRENGKI WIRANANDA / KLIKMADURA)

Perusahaan yang berada di bawah naungan Danantara itu berhasil menjangkau masyarakat kepulauan terluar Pulau Madura. Saya sempat memotret bangunan PLTS itu. Sayangnya, tidak ada satu pun petugas sehingga saya tidak bisa masuk dan tidak bisa memotret dari jarak dekat.

Solihin mengatakan, PLTS di Desa / Pulau Saobi diresmikan pada 2019 oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Kemudian, listrik dari pembangkit tersebut secara resmi dialirkan ke rumah-rumah penduduk pada April 2020.

Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam kegelapan akhirnya bisa menikmati energi listrik selama 12 jam perhari. Keberadaan pembangkit listrik itu membuka lembar kehidupan baru. Semangat baru, hingga mimpi-mimpi baru.

Menurut Solihin, sebelum PLTS masuk, aktivitas masyarakat serba terbatas. Bahkan, layanan pendidikan, kesehatan dan layanan publik lainnya juga sangat terbatas sehingga mempengaruhi perkembangan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Anak-anak di Desa / Pulau Saobi tidak hanya mengandalkan pendidikan formal. Tetapi, mereka juga ditempa dengan pendidikan nonformal seperti madrasah diniyah pada sore hari dan malam harinya mengaji di langgar.

Baca juga :  Selamat!! Berikut Nama-nama Juara Kolase Drawing Competition se-Kabupaten Sampang 2024

Namun, aktivitas belajar tersebut sangat terbatas. Digitalisasi tidak begitu massif di lembaga pendidikan lantaran tidak ada energi listrik. Bahkan, saat malam hari, para generasi penerus bangsa itu harus menggunakan senter agar bisa belajar dan mengaji di langgar.

”Alhamdulillah setelah adanya PLTS, anak-anak di pulau kami bisa belajar dengan lebih baik dan lebih mengenal dunia digital. Bagi kami, listrik adalah kebutuhan utama,” kata tokoh pemuda Pulau Saobi tersebut.

Solihin mengatakan, keberadaan listrik juga berdampak positif terhadap semangat anak-anak muda Pulau Saobi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat sekarang, tidak sedikit yang melanjutkan ke perguruan tinggi untuk mengejar mimpi.

Roda perekenomian setelah adanya PLTS di Pulau Saobi juga mengalami tren positif. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus tumbuh dan meningkat. Bahkan, muncul bermacam usaha rumahan yang dimotori oleh ibu-ibu nelayan.

”Saat musim paceklik, ibu-ibu melalui usaha yang dikembangkan bisa membantu perekonomian keluarga. Usaha-usaha ini bisa berjalan karena adanya listrik yang disediakan oleh PLN,” katanya.

Solihin menyampaikan, terima kasih kepada PT. PLN (Persero) yang telah menyediakan layanan listrik untuk warga kepulaluan terluar Madura. Dia berharap, layanan tersebut bisa terus ditingkatkan. Mengingat, masih ada beberapa pulau yang belum tersentuh aliran listrik.

Di Pulau Saobi, terdapat sembilan dusun. Namun, saat sekarang, baru tujuh dusun yang teraliri listrik. Yakni, Dusun Jembatan, Timur Sungai, Masjid, Inpres, Balai, Lao’anna dan Dusun Sapapan. Sementara, dua dusun yang belum teraliri listrik yakni, Dusun Pajenassem dan Bungin Nyarat.

”Semoga nantinya, semua dusun di Pulau Saobi bisa teraliri listrik sehingga seluruh masyarakat dapat beraktivitas dengan baik, pendidikan berjalan dengan baik dan perekonomian masyarakat semakin baik,” katanya.

Baca juga :  Dampingi Gubernur Khofifah Hadiri Festival Mangrove, Aliyadi Mustofa Dorong Terwujudnya NZE 2060

Sementara itu, Manajer PT. PLN (Persero), Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kepulauan Kangean, Hairul Ismail mengatakan, pihaknya akan terus memaksimalkan layanan. Penambahan kapasitas  kelistrikan di Pulau Saobi menjadi perhatian khusus.

“Saat ini, sedang dilakukan proses survei dan kunjungan lapangan (site visit) ke pulau-pulau untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menentukan langkah pengembangan kelistrikan secara bertahap,” katanya.

Hairul mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat,  untuk bersama-sama peduli dan menjaga fasilitas PLTS. Dengan demikian, pembangkit listrik tersebut dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Terdepat beberapa tindakan pemeliharaan jaringan listrik yang bisa dikolaborasikan dengan masyarakat. Di antaranya,  pemangkasan pohon atau ranting yang menghalangi sinar matahari ke panel surya.

Kemudian, menjaga kebersihan lingkungan PLTS agar aman dari hewan melata yang berpotensi merusak atau menggigit kabel instalasi. Lalu, menggunakan listrik secara bijak sesuai kebutuhan dan daya yang tersedia.

Masyarakat juga dihimbau untuk mengoptimalkan penggunaan peralatan listrik berdaya besar pada siang hari saat energi surya tersedia. Sementara, pada malam hari,  memprioritaskan kebutuhan penerangan dan peralatan penting lainnya.

“Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan energi surya, menjaga ketahanan baterai, serta mendukung jam operasional listrik agar dapat berlangsung lebih lama sesuai kapasitas sistem yang tersedia,” terangnya.

Hairul mengatakan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri untuk memaksimalkan pelayanan kelistrikan. Dibutuhkan sinergitas dari pemerintahan desa, masyarakat dan seluruh pihak lainnya.

“Kami akan terus berupaya agar pelayanan kelistrikan di Pulau Saobi semakin baik, andal, dan berkelanjutan. Tentunya, kami butuh dukungan dan sinergitas dari semua pihak,” katanya. (nda)

Berita Terkait

Ansor Sumenep Gandeng BLK, Cetak Kader Terampil dan Siap Buka Peluang Usaha
Bukan Sekadar Hobi, Merpati Gingging Dibidik Jadi Ikon Kebanggaan Sumenep
Dari Curat hingga Curanmor, 10 Tersangka Terseret Operasi Sikat Semeru 2026
Diduga Setubuhi Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Masuk Bui
GPS Geruduk DPMD Sumenep, Soroti Buruknya Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria di Kecamatan Lenteng, Sabu 0,50 Gram Disita
Pimpin Apel HSN 2026, Wabup Imam Hasyim Minta ASN Sumenep Perkuat Etos Kerja dan Kepatuhan terhadap Aturan
Berharap Keberkahan, Bupati Fauzi Ajak OPD Sumenep Khatamkan 111.111 Kali Surat Al-Waqi’ah

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Ansor Sumenep Gandeng BLK, Cetak Kader Terampil dan Siap Buka Peluang Usaha

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Bukan Sekadar Hobi, Merpati Gingging Dibidik Jadi Ikon Kebanggaan Sumenep

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Dari Curat hingga Curanmor, 10 Tersangka Terseret Operasi Sikat Semeru 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Diduga Setubuhi Gadis di Bawah Umur, Pria 20 Tahun di Sumenep Masuk Bui

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:32 WIB

GPS Geruduk DPMD Sumenep, Soroti Buruknya Tata Kelola Pemerintahan Desa Saobi

Berita Terbaru