PAMEKASAN || KLIKMADURA – Setelah sempat terbelit persoalan sengketa lahan hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar, pembangunan gedung baru SDN Tamberu 2 Pamekasan kini mulai menemukan titik terang.
Progres pembangunan sekolah yang berada di wilayah Pantura tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung pada November 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Basri Yulianto mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari revitalisasi sekolah yang diajukan kepada pemerintah pusat sejak 2025. Revitalisasi mencakup pembangunan enam ruang kelas baru, pagar, paving, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
“Pengusulannya itu sudah kami lakukan sejak tahun 2025 kemarin kepada pemerintah pusat. Insyaallah bulan November sudah bisa diresmikan, karena kami targetkan rampung bulan 11,” ungkap Basri, Jumat (2/10/2026).
Basri menjelaskan, pekerjaan yang tersisa saat ini relatif kecil dan terus dikebut agar dapat selesai sesuai target. Di antaranya pemasangan lantai keramik, pengecatan plafon, serta sejumlah pekerjaan akhir lainnya.
Meski pembangunan gedung baru hampir rampung, revitalisasi kali ini belum mencakup seluruh kebutuhan fasilitas sekolah. Toilet dan perpustakaan belum masuk dalam anggaran pembangunan sehingga direncanakan akan diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan tahun 2027.
“Iya, kekurangannya nanti insyaallah di tahun 2027, semuanya bertahap,” tegasnya.
Gedung baru SDN Tamberu 2 Pamekasan tersebut dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang lokasinya tidak jauh dari Kantor Kecamatan Batumarmar.
Menurut Basri, pemilihan lokasi itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan fasilitas pendidikan berdiri di atas aset yang jelas dan menghindari persoalan lahan di kemudian hari.
Kepala SDN Tamberu 2 Pamekasan, Angga Dyan Kristiawan mengatakan, pembangunan sekolah sejauh ini berjalan dengan baik dan terus dipantau bersama Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Pengecekan juga dilakukan secara langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan bersama jajaran Disdikbud Pamekasan.
“Harapan kami dari pihak sekolah, dengan adanya gedung baru ini nantinya bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak didik dalam belajar. Sehingga, semangat belajarnya bisa meningkat dan capaian prestasi juga bisa lebih baik ke depannya,” tukas Angga.
Pembangunan gedung baru tersebut menjadi perhatian karena SDN Tamberu 2 sebelumnya sempat menghadapi persoalan sengketa lahan.
Pada 2024, sekolah tersebut sempat disegel ahli waris dan dibuka kembali setelah dilakukan mediasi, sebelum kembali disegel pada 2025 karena pihak ahli waris menilai penyelesaian persoalan lahan oleh Pemkab Pamekasan belum jelas.
Persoalan tersebut berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Selama masalah lahan belum terselesaikan, siswa dan guru terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat.
Dengan berdirinya gedung baru di atas lahan milik Pemkab Pamekasan, sekolah diharapkan memiliki tempat belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik. Pemerintah juga masih berencana melengkapi fasilitas yang belum terbangun secara bertahap melalui anggaran daerah pada 2027. (enk/nda)














