464 Sekolah di Sampang Rusak, Dewan Beri Opsi Pakai Dana BTT untuk Perbaikan

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi salah satu sekolah dasar di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. (KLIKMADURA)

Kondisi salah satu sekolah dasar di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Kerusakan bangunan sekolah di Kabupaten Sampang tak lagi sekadar persoalan infrastruktur. Ketika ruang kelas tak bisa digunakan, proses belajar mengajar ikut terganggu.

DPRD Sampang kini mendorong persoalan itu ditangani melalui langkah darurat. Pemerintah Kabupaten Sampang diminta tidak terus menunggu ketersediaan anggaran reguler untuk memperbaiki sekolah yang kondisinya sudah rusak parah.

Salah satu opsi yang disarankan adalah penggunaan Belanja Tidak Terduga atau BTT. Anggaran tersebut dinilai dapat menjadi jalan keluar untuk menangani sekolah yang mengalami kerusakan berat dan tidak lagi aman digunakan.

Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan mengatakan, persoalan sekolah rusak tidak bisa hanya diselesaikan dengan menunggu siklus penganggaran.

“Ini penting kami sampaikan, karena kalau perbaikan menunggu ketersediaan anggaran, maka keberlangsungan belajar mengajar tidak berjalan dengan baik” kata Alan Kaisan di Sampang, Jawa Timur, Senin (07-09-2026).

Baca juga :  Guru dari Belasan Sekolah Adukan Tindakan Intimidasi Oknum LSM ke Bakesbangpol Sampang

Menurut Alan, persoalan tersebut tidak berhenti pada kondisi fisik bangunan. Kerusakan ruang kelas secara langsung berdampak terhadap kegiatan pendidikan siswa.

DPRD, kata dia, menemukan cukup banyak sekolah yang mengalami kerusakan berdasarkan pemantauan langsung di lapangan. Penyebabnya beragam, mulai dari bangunan yang telah lapuk dimakan usia hingga dampak bencana alam.

“Selain karena memang telah lapuk dimakan usia, sebagian di antaranya juga karena tertimpa musibah bencana alam saat musim angin kencang dan hujan deras dan hingga kini belum diperbaiki” ujarnya.

Data yang disampaikan Dinas Pendidikan Sampang kepada DPRD menunjukkan persoalan tersebut tidak bisa dianggap kecil. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan atau Dapodik, sedikitnya 464 sekolah dasar di Kabupaten Sampang tercatat mengalami kerusakan.

“Berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) yang disampaikan Dinas Pendidikan Sampang dalam serap informasi dengan DPRD Sampang sedikitnya ada sebanyak 464 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sampang ini yang tercatat mengalami kerusakan” kata Alan.

Baca juga :  Festival Banjari Habsy Madura Open 2023 Sukses, Grand Final Berlangsung Meriah

Salah satu gambaran kondisi tersebut terjadi di SDN Muktesareh II Kecamatan Kedungdung. Atap sekolah itu ambruk pada 5 Agustus 2026.

Tiga ruang kelas mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Aktivitas belajar mengajar pun harus dipindahkan ke ruang guru dan ruang perpustakaan.

Bagi DPRD, kondisi semacam itu membutuhkan respons cepat dari pemerintah daerah. Alan menilai, penggunaan BTT dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah kerusakan sekolah semakin mengganggu proses pendidikan.

“Karena itu, langkah cepat perlu dilakukan. Saran kami di DPRD Sampang agar pemkab hendaknya menggunakan dana BTT” tegas Alan.

Usulan tersebut kini masih akan dikonsultasikan di internal Pemerintah Kabupaten Sampang. Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sampang, Yusuf, mengatakan, pihaknya akan membawa usulan penggunaan BTT itu kepada pimpinan dan Inspektorat Pemkab Sampang.

Baca juga :  Tumbuhkan Kreativitas Anak, Disdik Sampang Apresiasi Kolase Drawing Competition Klik Madura

“Kami memang sangat berkepentingan, semua sekolah rusak, terutama yang sangat parah bisa segera diperbaiki. Kalau menggunakan BTT memang diperbolehkan dari sisi ketentuan perundang-undangan, maka itu akan lebih terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar siswa,” kata Yusuf.

Dengan 464 sekolah dasar yang tercatat mengalami kerusakan, persoalan infrastruktur pendidikan di Sampang bukan lagi sekadar daftar bangunan yang menunggu rehabilitasi.

Pada sekolah-sekolah yang ruang belajarnya sudah tidak layak digunakan, keputusan mengenai waktu perbaikan berhadapan langsung dengan keberlangsungan pendidikan siswa.

Kini, pilihan ada di tangan Pemkab Sampang. Apakah kerusakan ratusan sekolah itu kembali menunggu siklus anggaran, atau diperlakukan sebagai persoalan mendesak yang membutuhkan langkah cepat. (ali/nda)

Berita Terkait

Open Bidding Sekda Sampang Tak Jelas, Perpanjangan SK Pj Sekda Kembali Diusulkan
Lindungi Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Madura Jaring 12 Peserta Baru di Sampang
Pekerja Tewas Tertimpa Rangka Bangunan SDN Komis I Sampang, Kontraktor Bungkam soal K3
Nemor Kara, Pemkab Sampang Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan
Bongkar Arena Sabung Ayam di Batuporo Barat, Kapolres Sampang Komitmen Tindak Tuntas Perjudian
Rayakan Hari Santri Nasional, PCNU Sampang Tancap Gas Kerja Nyata
Doa Kebangsaan di Polres Sampang, Kapolres Sentil Bahaya Hoaks yang Bisa Memecah Belah Warga
APBD Sampang 2027 Tembus Rp2,08 Triliun, Empat Prioritas Pembangunan Jadi Taruhan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Open Bidding Sekda Sampang Tak Jelas, Perpanjangan SK Pj Sekda Kembali Diusulkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:04 WIB

Lindungi Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Madura Jaring 12 Peserta Baru di Sampang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:33 WIB

Pekerja Tewas Tertimpa Rangka Bangunan SDN Komis I Sampang, Kontraktor Bungkam soal K3

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:23 WIB

Nemor Kara, Pemkab Sampang Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Bongkar Arena Sabung Ayam di Batuporo Barat, Kapolres Sampang Komitmen Tindak Tuntas Perjudian

Berita Terbaru